MAGETAN, KABARJITU.COM– Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Seringkali datang tanpa gejala yang nyata, penyakit ini dijuluki sebagai *silent killer*. Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RSUD dr Sayidiman Magetan, dr. Much. Muzakky, memberikan edukasi penting bagi masyarakat untuk mulai melakukan skrining kesehatan jantung sedini mungkin, terutama saat memasuki usia 40 tahun.
Dokter spesialis jantung di RSUD Sayidiman Magetan dr. Much. Muzakky menjelaskan bahwa usia 40 tahun merupakan titik krusial di mana metabolisme tubuh mulai berubah dan risiko penumpukan plak pada pembuluh darah meningkat.
“Banyak pasien datang sudah dalam kondisi fase lanjut atau serangan mendadak. Padahal, jika kita melakukan deteksi dini atau skrining sejak usia 40 tahun, risiko fatalitas bisa ditekan secara signifikan,” ujarnya
“Setiap hari itu kurang lebih ada 80 sampai 100 pasien yang kita layani. Mayoritas memang tiga kondisi, yaitu gagal jantung, penyakit jantung koroner, dan aritmia atau gangguan irama jantung,” kata dr. Muzakky, pada Rabu (22/04/2026).
-Mengapa Harus Usia 40 Tahun?-
Menurut penjelasan medis, pada usia ini, faktor risiko seperti hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol tinggi, dan diabetes mulai sering muncul akibat gaya hidup dan pola makan di masa muda. Jika tidak dipantau, kondisi ini akan membebani kerja jantung secara permanen.
Dokter dr. Much. Muzakky, juga menyoroti fenomena serangan jantung di usia muda yang kini semakin marak. “Sekarang trennya bergeser, banyak usia produktif yang terkena. Jadi, angka 40 itu adalah batas peringatan (warning). Kalau ada faktor keturunan atau perokok aktif, skrining bahkan harus dilakukan lebih awal,” tambahnya.
-Bahaya yang Mengintai-
Penyakit jantung koroner dan gagal jantung menjadi ancaman utama. Bahayanya bukan hanya kematian mendadak, tetapi juga penurunan kualitas hidup yang drastis akibat komplikasi pada organ lain seperti ginjal dan otak (stroke).
-Langkah Pencegahan di RSUD Sayidiman-
RSUD Sayidiman kini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang untuk skrining jantung, mulai dari EKG (rekam jantung), *Treadmill Test*, hingga pemeriksaan laboratorium lengkap.
Pihak rumah sakit menyarankan masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri. Skrining bukan berarti mencari penyakit, melainkan upaya investasi kesehatan agar masa tua tetap produktif.
“Jangan tunggu sesak napas atau nyeri dada hebat baru datang ke dokter. Kenali irama jantung Anda, kontrol tekanan darah, dan lakukan cek rutin. Mencegah jauh lebih baik dan lebih murah daripada mengobati,” katanya
Untuk mendukung pelayanan, RSUD dr Sayidiman Magetan saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas pemeriksaan jantung seperti EKG, echocardiography (ECHO), hingga treadmill test. Seluruh layanan tersebut juga dapat diakses menggunakan BPJS Kesehatan sesuai prosedur rujukan.
“Ke depan, kami juga sedang mempersiapkan alat holter untuk pemeriksaan rekam jantung 24 jam, khususnya untuk pasien dengan gangguan irama,” pungkasnya
Dengan adanya imbauan ini, diharapkan kesadaran warga Magetan dan sekitarnya terhadap kesehatan jantung semakin meningkat, sehingga angka kematian akibat penyakit kardiovaskular dapat ditekan. (Dhy)

