MAGETAN,KABARJITU.COM– Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Kadikpora) Kabupaten Magetan, Suhardi, memberikan pernyataan tegas terkait proses seleksi calon kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan. Ia menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun intervensi pihak luar.
Pernyataan ini dikeluarkan untuk menepis kekhawatiran masyarakat serta memastikan bahwa para pendidik yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kompetensi dan integritas tinggi.
“Saya tegaskan dengan sangat serius, dalam seleksi calon kepala sekolah ini Tidak Ada Titipan!! Tidak Ada Uang!!!” ujar Suhardi dengan nada bicara yang mantap saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 22/4/2026
Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Magetan saat ini tengah melakukan assesmen/seleksi Calon Kepala Sekolah dari jenjang TK, SD dan SMP.Sebanyak 5 calon mendaftar pada formasi TK, 101 calon pendaftar tingkat SD dan 47 pendaftar pada tingkat SMP
Suhardi menjelaskan bahwa proses rekrutmen ini mengikuti aturan yang ketat sesuai dengan regulasi kementerian. Setiap peserta harus melalui rangkaian uji kompetensi, penilaian kinerja, hingga rekam jejak yang transparan. Menurutnya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar kursi administratif, melainkan posisi strategis untuk memajukan kualitas pendidikan di Magetan.
“Siapa pun yang lolos adalah mereka yang memang layak secara kualitas dan memenuhi syarat administratif maupun substantif. Kami mencari pemimpin sekolah yang mampu membawa perubahan, bukan mereka yang mengandalkan koneksi atau materi,” tambahnya.
Suhardi menyampaikan jika saat ini proses seleksi calon kepala sekolah telah memasuki tahap verifikasi faktual dokumen para calon Kepala Sekolah.” Dua hari ini telah diadakan verifikasi faktual berkas para calon Kepala Sekolah,” ujar Suhardi.
Dijelaskan verifikasi faktual dilakukan karena waktu pendaftaran melalui sistem on line dan penginputan data juga dengan on line.Untuk mencocokkan berkas dari yang diinput dengan berkasnya apakah asli atau tidak.
Saat ini kami belum bisa menyampaikan secara detailnya karena ini masih pada tahap berproses seleksi, nanti setelah selesai akan dilaporkan ke sekda baru kita bisa menyampaikan detailnya.
Kadikpora juga menghimbau kepada seluruh peserta seleksi agar tidak memercayai oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Ia meminta para guru untuk fokus mempersiapkan diri dan menunjukkan dedikasi terbaik mereka.
“Jika ada oknum yang mengaku bisa membantu dengan meminta sejumlah uang, segera laporkan. Kami ingin membangun pondasi pendidikan di Magetan yang bersih sejak dari pucuk pimpinannya,” pungkas Suhardi.(Dhy)

