MAGETAN, KABARJITU.COM– Gemuruh suara takbir bersahut-sahutan memecah keheningan malam di Kabupaten Magetan. Di tengah ribuan peserta yang memadati jalanan protokol, rombongan SMPN 4 Magetan tampil mencolok dan memukau masyarakat dalam acara Takbir Keliling Berlampion menyambut Idul Adha 1447 H, Rabu malam 26 Mei 2026
Mengusung tema besar “Gema Takbir Idul Adha 1447H/2026M: Membangun Harmonisasi Islam, Semangat Berkorban, dan Membentuk Karakter Peduli Lingkungan“, SMPN 4 Magetan tidak hanya sekadar membawa obor atau lampion biasa. Ada pesan mendalam yang dibawa oleh para siswa melalui kreativitas yang mereka tampilkan.
Kreativitas Berbasis Lingkungan:
Yang menarik perhatian warga adalah deretan lampion raksasa dan atribut pawai yang mayoritas dibuat dari bahan daur ulang. Mulai dari botol plastik bekas hingga kertas koran yang disulap menjadi replika hewan kurban dan ornamen Islami yang artistik. Hal ini merupakan perwujudan nyata dari poin “Membentuk Karakter Peduli Lingkungan” yang diusung dalam tema mereka.
“Kami ingin menunjukkan bahwa semangat Idul Adha juga mencakup tanggung jawab kita dalam menjaga alam ciptaan Allah. Berkorban tidak hanya soal hewan ternak, tetapi juga mengorbankan kenyamanan diri untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Sukadi, S.Pd., M.Pd. Kepala SMPN 4 Magetan di sela-sela acara.
Harmonisasi dalam Keberagaman:
Barisan siswa yang mengenakan busana muslim rapi dengan aksen hijau alami berjalan dengan tertib sambil mengumandangkan takbir secara serempak. Keharmonisan terlihat jelas dari kekompakan gerakan dan irama musik perkusi yang mengiringi langkah mereka.
Sepanjang rute pawai, warga Magetan tampak antusias mengabadikan momen saat rombongan SMPN 4 Magetan melintas. Kedisiplinan para siswa dalam menjaga kebersihan jalur yang mereka lalui—dengan tim khusus yang memastikan tidak ada sampah yang tertinggal—mendapat apresiasi positif dari para penonton.
Membangun Karakter Generasi Muda:
Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana bagi siswa SMPN 4 Magetan untuk mengasah jiwa sosial dan spiritual mereka. Dengan memadukan nilai religius dan kesadaran ekologis, sekolah ini membuktikan bahwa pendidikan karakter bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pawai takbir keliling tahun ini menjadi bukti bahwa di bawah gema takbir 1447 H, semangat pengorbanan dan kepedulian terhadap bumi bisa berjalan beriringan, menciptakan harmoni yang indah di bumi Magetan. (Dhy)

