BerandaBerita UmumPawai Budaya Kemerdekaan MAN 3 Panekan: Mengangkat Asal Usul Desa Turi dalam...

Pawai Budaya Kemerdekaan MAN 3 Panekan: Mengangkat Asal Usul Desa Turi dalam Nuansa Sejarah dan Kebangsaan

MAGETAN,KABARJITU.COM- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, MAN 3 Panekan menyelenggarakan pawai budaya yang Mengangkat Warisan Budaya dan Semangat Kemerdekaan. Acara tahunan ini berlangsung meriah dan diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta masyarakat sekitar.

Pawai kali ini menampilkan fragmen cerita dan budaya asal usul Desa Turi, yang dipadukan dengan semangat nasionalisme dan kebangsaan. Siswa-siswa mengenakan kostum tradisional lengkap dengan properti yang menggambarkan kehidupan masyarakat desa zaman dahulu, serta membawa pesan tentang perjuangan dan semangat kemerdekaan.sabtu,23/08/2025

Menampilkan seni budaya asli lokal berupa asal usul Keberadaan Desa Turi Kecamatan Panekan.MAN 3 Panekan menyuguhkan fragmen cerita dan budaya asal usul desa Turi tempat MAN 3 Magetan berada, dalam pawai budaya HUT RI Di jalur sepanjang alun alun Magetan.

Peserta pawai budaya dari MAN 3 Magetan (foto : Kabarjitu.com)

Kepala Madrasah MAN 3 Magetan Basuki Prihatin menyampaikan drama dan tarian budaya yang disuguhkan Tim seni yang dipimpin langsung Kamad MAN 3 ini membuat semarak dan sangat menghibur ribuan penonton pawai budaya Kabupaten Magetan.

” Asal usul desa turi disajikan dalam cerita Babad Turi,” ujar Basuki Prihatin. Desa Turi berasal dari kata “DituTuri” artinya Dinasehati. Menurut cerita dari nenek moyang awal mula terbentuknya desa Turi adalah ketika perestiwa pada masa perang antara adipati Madiun Renggo Jumeno dan Mataram. Pada waktu itu Adipati Paduduhan (Rangga Keniten) ditemui oleh salah astu dari warga Mataram supaya kembali memihak Mataram karena adipati rangga Jumeno (Adipati Madiun) dianggap pihak yang keliru.

“Berbagai tampilan dan bentuk Budaya serta joget yang mayoritas dilaksanakan para ibu-ibu membuat penonton disepanjang jalan menjadi penyemangat para peserta. Berhasil menghibur sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya merawat seni dan kebudayaan agar tetap lestari agar tidak punah. yang menampilkan berbagai kegiatan menarik yang diharapkan dapat menyatukan warga dalam semangat kemerdekaan.

Basuki berharap bahwa melalui kegiatan ini, generasi muda bisa lebih mengenali dan menghargai jasa para pahlawan serta menjaga semangat persatuan dan kebangsaan. “Momen Peringatan Kemerdekaan ini menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan budaya dan memperkuat rasa patriotisme,” katanya.

Karnaval ini diharapkan menjadi ajang unjuk kebolehan seni dan budaya lokal, menampilkan berbagai penampilan kreatif dari masyarakat Semarak Kemerdekaan” suguhan Babad Desa Tur ini diharapkan menjadi momen berharga yang penuh makna, serta menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa.(Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments