MAGETAN, KABARJITU.COM– SMK Yosonegoro bekerja sama dengan DPD LIRA Magetan hari ini meluncurkan program pencegahan penyimpangan sosial dan penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif) bagi siswa sekolah. Program ini didesain untuk membangun kesadaran, keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan membuat keputusan sehat sehingga pelajar tidak mudah terjerat pengaruh negatif.
Kegiatan dimulai dengan sosialisasi di aula sekolah yang dihadiri oleh siswa, guru.Program ini akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan dan mencakup berbagai aktivitas edukatif, pendampingan, serta kegiatan literasi kesehatan mental. Tujuan utamanya adalah mencegah tindakan menyimpang dan penyalahgunaan NAPZA sejak usia remaja.
Kepala SMK Yosonegoro, Bapak Muh. Amien, menyampaikan, “Kami menyadari tantangan yang dihadapi remaja saat ini, terutama terkait tekanan teman sebaya dan akses terhadap narkoba. Melalui kerja sama ini, kami ingin membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan dukungan keluarga untuk membuat pilihan yang lebih sehat.” Ia menambahkan bahwa program ini juga melibatkan guru BK, konselor dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan suportif.
Ketua DPD LIRA Magetan, Sofyan Yusroni, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen LIRA untuk melindungi generasi muda dari dampak buruk NAPZA dan tindakan kriminal. “Pendekatan kami berbasis edukasi, literasi kesehatan, dan pendampingan komunitas. Kami bekerja sama dengan sekolah untuk menguatkan peran keluarga dan lingkungan sekitar agar siswa merasa didukung ketika menghadapi tekanan sosial,” katanya. Selasa 29/09/2026

Ketua DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Magetan
“Kami tidak ingin satu pun anak-anak Magetan terjerumus ke lembah kehancuran. Sekolah tidak bisa bekerja sendirian — butuh sinergi dengan semua elemen masyarakat. LIRA hadir untuk mengingatkan: narkoba bukan teman, melainkan musuh masa depan,” Tambah Sofyan
Fokus Materi yang Disampaikan:
✅ Mengenali jenis, bentuk, dan bahaya NAPZA bagi kesehatan & masa depan
✅ Cara menolak ajakan teman yang menawarkan zat terlarang
✅ Dampak hukum pidana penyalahgunaan & peredaran narkoba
✅ Membangun pergaulan sehat, semangat belajar, dan kegiatan positif
✅ Peran sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pengawasan bersama
Para peserta menyambut program ini dengan antusias. Seorang siswa SMK Yosonegoro, berkata, “Saya senang ada program seperti ini karena bisa belajar bagaimana menghindari pengaruh teman sebaya dan memahami bahaya NAPZA tanpa merasa sendirian.” Orang tua juga menyampaikan apresiasi atas pelibatan mereka dalam proses pembelajaran dan pencegahan.
Muh. Amien, menyambut baik kerja sama ini. “Kami berkomitmen menjadikan sekolah sebagai zona bebas narkoba. Edukasi sedini mungkin adalah kunci agar siswa memahami bahayanya sejak dini,” Tutupnya
Melalui kerja sama ini, SMK Yosonegoro dan DPD LIRA Magetan berharap dampak positifnya tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah, tetapi juga memperluas kesadaran di keluarga dan komunitas sekitar. Diharapkan langkah preventif ini dapat menurunkan angka penyimpangan sosial dan penyalahgunaan NAPZA di kalangan pelajar serta membangun generasi muda yang lebih tangguh dan bertanggung jawab.(red)

