Minggu, April 19, 2026
BerandaBerita UmumRefleksi Sumpah Pemuda: Membangun Kesadaran Moral di Era Digital

Refleksi Sumpah Pemuda: Membangun Kesadaran Moral di Era Digital

MAGETAN, KABARJITU.COM -SMP Negeri 3 Magetan memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan menggelar upacara bendera yang bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat persatuan dan kesatuan serta nilai-nilai moral yang terkandung dalam Sumpah Pemuda. Acara ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah.

PLT.Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Magetan,Anik Rofaida Lestari, M.Pd., dalam amanatnya saat upacara bendera, menekankan pentingnya memahami makna Sumpah Pemuda bagi generasi muda saat ini. Beliau menyampaikan bahwa Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi juga mengandung pesan moral yang relevan dengan tantangan zaman

Anik Rofaida Lestari, M.Pd., menegaskan, Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali semangat kebangsaan dan memperkuat karakter pelajar di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan digital.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda persatuan, semangat juang, dan cinta tanah air sangat relevan untuk diterapkan di dunia pendidikan saat ini. “Sumpah Pemuda bukan hanya peringatan sejarah, tetapi pesan moral yang harus terus dihidupkan. Di tengah derasnya arus globalisasi dan teknologi, pelajar harus mampu menjaga jati diri sebagai anak bangsa yang berkarakter,” ujar Anik

Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi pelajar saat ini, terutama pengaruh media sosial, menurunnya minat baca, dan lemahnya karakter disiplin. Oleh karena itu, menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral dan emosional.

“Anak-anak harus diajarkan untuk bijak bermedia sosial, menghargai perbedaan, dan tidak mudah terprovokasi. Inilah bentuk perjuangan modern yang perlu ditanamkan agar mereka bisa menjadi generasi tangguh dan berdaya saing,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Anik Rofaida Lestari, M.Pd.,menekankan bahwa peran guru sangat penting sebagai teladan dan pembimbing karakter. Guru, menurutnya, bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembentuk moral dan identitas kebangsaan siswa. “Kalau dulu pemuda bersatu melawan penjajahan, sekarang kita bersatu melawan kemalasan, kebodohan, dan disinformasi. Guru dan siswa harus berkolaborasi dalam perjuangan ini,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pelajar untuk meneladani semangat para pemuda 1928 dengan cara berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. “Mulailah dari hal kecil — rajin belajar, menghormati guru, menjaga lingkungan, dan menolong sesama. Semua itu adalah bentuk nyata kontribusi pelajar bagi bangsanya,” tambahnya.

Anik Rofaida berharap momentum Sumpah Pemuda dapat menginspirasi seluruh siswa SMP Negeri 3 Magetan untuk terus berprestasi dan berperan aktif dalam membangun bangsa. “Mari jadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai energi untuk menatap masa depan. Dengan semangat persatuan dan karakter kuat, pelajar hari ini akan menjadi pilar Indonesia emas di tahun 2045,” pungkasnya.

Dengan peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, SMP Negeri 3 Magetan berharap dapat menanamkan nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda kepada seluruh siswa dan menjadikan mereka sebagai generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.(Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments