KOTA MADIUN, KABARJITU.COM – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Kepala SMKN 3 Kota Madiun, Suharto .M.Pd menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pers di Indonesia. Mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, beliau menekankan pentingnya peran pers dalam mendukung pembangunan bangsa dan masyarakat.
“Pers yang sehat adalah kunci untuk membangun ekonomi yang berdaulat dan menciptakan bangsa yang kuat. Kami di SMKN 3 Kota Madiun mengapresiasi kerja keras para jurnalis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan edukatif. Di era informasi ini, peran pers sangat vital dalam menjaga kepercayaan publik,” ujar Suharto
Ia menilai, di tengah tantangan era digital dan maraknya informasi yang tidak terverifikasi, insan pers dituntut untuk tetap menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, serta kode etik jurnalistik.
“Kepercayaan publik terhadap media harus terus dijaga. Profesionalisme dan integritas pers sangat menentukan kualitas informasi yang diterima masyarakat,” jelasnya.
Beliau juga mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk memahami dan menghargai kontribusi pers dalam mengedukasi masyarakat. Dalam kesempatan ini, SMKN 3 Kota Madiun berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan literasi media di kalangan pelajar agar mereka dapat menjadi generasi yang baik dan bijak dalam menyerap informasi.
Suharto .M.Pd berharap, semoga ke depan, hubungan antara dunia pendidikan dan pers dapat semakin erat, untuk menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi masyarakat. “Mari bersama membangun bangsa yang cerdas dan berdaya saing melalui informasi yang benar dan terpercaya,” harapnya.
Dengan semangat HPN 2026, SMKN 3 Kota Madiun berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menciptakan pendidikan yang lebih baik dan mendukung industri pers di Indonesia.
“Selamat Hari Pers Nasional 2026. Kami mengapresiasi kerja-kerja insan pers yang konsisten menyajikan informasi kepada publik. Pers menjadi mitra penting dunia pendidikan dalam menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan mendidik,” Tutup Suharto (red)

