BerandaBerita UmumDugaan Material Tak Sesuai Spek, PT Roberto South Jaya Klarifikasi, LSM Pakem...

Dugaan Material Tak Sesuai Spek, PT Roberto South Jaya Klarifikasi, LSM Pakem Siap Verifikasi Langsung ke PPK dan Pelaksana Teknis

MAGETAN,KABARJITU.COM — Pelaksana proyek rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Jejeruk senilai Rp38 miliar, PT Roberto South Jaya, akhirnya memberikan penjelasan terkait dugaan penggunaan pasir tras yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Sorotan sebelumnya muncul dari LSM Garis Pakem Mandiri saat melakukan pemantauan di lokasi Saluran Tambran beberapa waktu lalu.

Perwakilan PT Roberto South Jaya, Tulus Simanjuntak, menegaskan bahwa seluruh material pasir yang digunakan telah melalui pengecekan sejak sebelum pekerjaan dimulai. Pihaknya telah mendatangi lokasi sumber pasir (quarry) di wilayah Wonogiri bersama pihak direksi dan konsultan supervisi untuk memastikan kualitasnya.

“Sebelum memulai pekerjaan, kami sudah mengecek sumber pasir di Wonogiri. Berkas izin hingga sertifikat hasil uji laboratorium dari penyedia material juga sudah lengkap. Semua sesuai standar yang disyaratkan dalam kontrak,” ujar Tulus, Jumat (7/8/2026).

Pihaknya juga menjelaskan bahwa ketidaksediaan dokumen saat kunjungan LSM semata-mata karena tidak dibawa ke lokasi, bukan tidak ada atau tidak memenuhi syarat. Dokumen lengkap tersimpan di kantor proyek dan siap diperlihatkan kapan saja kepada pihak berwenang.

“Kami sangat taat aturan. Proyek bernilai besar ini kami kerjakan dengan penuh tanggung jawab agar hasilnya kuat, awet, dan bermanfaat jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Disisi lain, meski PT Roberto mengklaim seluruh prosedur telah terpenuhi, temuan ini membentur kecurigaan LSM Garis Pakem Mandiri. Ketua LSM Pakem, Rohman Saefudin (pria yang akrab disapa Udin), menilai ada kejanggalan antara klaim dokumen di atas kertas dengan kondisi fisik material di lapangan.

Udin menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam dan berencana turun kembali dan bertemu dengan yang berpekepentingan, membuka data untuk memastikan semua sudah sesuai aturan.

“Kami akan turun lagi bertemu dengan PPK dan pejabat pelaksana teknis untuk melihat langsung kebenaran data yang disampaikan PT Roberto,” ujar Udin berapi-api.

“Semua dokumen dan hasil uji laboratorium harus diperlihatkan guna memastikan material yang dipakai benar-benar sesuai spesifikasi. Jangan sampai ada perbedaan antara tertulis di kertas dan yang terpasang di saluran,” tegas Udin.

Ia mengingatkan bahwa dana yang digelontorkan untuk proyek vital ini tidak main-main, yakni mencapai Rp38 miliar. Jika pengerjaan dilakukan asal-asalan demi menekan biaya material, masyarakat Magetan yang bergantung pada jaringan irigasi tersebutlah yang akan menanggung kerugian jangka panjang.

Proyek yang mencakup rehabilitasi sembilan saluran sepanjang 16.000 meter ini dikerjakan atas penugasan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. PT Roberto South Jaya berkomitmen tetap menjaga kualitas hingga pekerjaan selesai dan siap diawasi semua pihak.

Kontroversi ini menaruh perhatian publik Magetan pada komitmen transparansi para pemangku kepentingan. Masyarakat kini menanti pembuktian di lapangan, apakah data dan sertifikat laboratorium yang disampaikan oleh PT Roberto benar-benar mencerminkan kualitas bangunan di lapangan, ataukah temuan LSM Pakem yang akan membuka tabir ketidaksesuaian proyek bernilai puluhan miliar ini? (**)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments