BerandaBerita UmumMAN 3 Magetan Ramaikan Pawai Lampion Idul Adha 1447 H: Padukan Sentuhan...

MAN 3 Magetan Ramaikan Pawai Lampion Idul Adha 1447 H: Padukan Sentuhan Budaya dan Nilai Islami

MAGETAN,KABARJITU.COM – Malam jelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 M di Kota Magetan makin bersinar dan syahdu. MAN 3 Magetan turut memeriahkan tradisi tahunan Takbir Keliling dan Pawai Lampion dengan penampilan istimewa, menggabungkan indahnya warisan budaya lokal dengan kekuatan syiar Islam, mengusung semangat “Indah Budaya, Suci Iman, Bersama Mengagungkan Allah”.

Pawai takbir keliling mengambil start dari Pendopo Surya Graha Magetan dan diberangkatkan langsung oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Magetan.

Adapun rute yang dilalui peserta yakni dimulai dari Pendopo Surya Graha, melintasi Jalan Basuki Rahmat Barat, Gandong II, Jalan Manggis, Jalan Diponegoro, Jalan Dr. Sutomo, Jalan A. Yani, Pasar Baru, Gandong I, Jalan Basuki Rahmat Utara, Jalan Basuki Rahmat Timur, dan berakhir di halaman Pemkab Magetan.

Selain kumandang takbir yang bergema bersahutan, sepanjang barisan tampak deretan lampion buatan tangan yang memadukan ornamen kaligrafi, simbol keislaman, serta motif batik, ukiran, dan bentuk khas budaya Jawa dan Nusantara .

Kepala MAN 3 Magetan Basuki Prihatin menjelaskan, konsep ini sengaja dirancang agar perayaan tidak hanya meriah, tapi penuh makna. “Kami ingin siswa paham: menjadi umat Islam yang baik sekaligus anak bangsa yang cinta budaya adalah hal yang satu kesatuan. Lampion kami buat dari bahan sederhana namun penuh seni—ada yang dari bambu, kertas, dan kain—dihiasi tulisan ayat suci, gambar masjid, replika hewan kurban, juga motif parang, kawung, dan ukiran tradisional. Itu pesan kami: iman yang kuat tumbuh di atas akar budaya yang kaya,” ujarnya.

Selain lampion, peserta juga tampil berbusana harmonis: sebagian mengenakan seragam madrasah rapi, sebagian lagi berbusana adat lengkap dengan selendang dan hiasan kepala, namun tetap memegang teguh nilai kesopanan dan syariat. Di tengah barisan, ada kelompok yang membawa bedug dan rebana, mengiringi takbir dengan irama yang menyentuh hati, membuat suasana malam makin khidmat namun tetap ceria .

Warga yang memadati pinggir jalan tampak antusias menyambut, banyak yang berfoto dan ikut melantunkan takbir. warga sekitar mengapresiasi: “Pawai dari MAN 3 ini selalu beda. Indah, rapi, sopan, dan isinya makna semua. Bagus sekali anak-anak diajarkan mencintai agama sekaligus budaya sendiri.”

Kegiatan ini bukan sekadar pawai, melainkan bagian dari pendidikan karakter madrasah—melatih kreativitas, kerja sama, rasa tanggung jawab, serta menanamkan nilai toleransi dan cinta tanah air dalam bingkai keimanan. Acara berjalan aman, tertib, dan berakhir sekitar pukul 21.30 WIB.

Kehadiran MAN 3 Magetan dalam rangkaian pawai kota ini menjadi bukti nyata bahwa syiar Islam bisa tampil indah, berwarna, dan menyatu dengan kearifan lokal, menjadikan Idul Adha 1447 H momen yang tak hanya dirayakan, tapi juga dimaknai dalam setiap langkah dan karya. (Red)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments