MAGETAN,KABARJITU.COM– Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 Masehi disambut dengan semangat pembentukan karakter oleh SMKN 1 Magetan. Puluhan siswa-siswi pilihan dari berbagai jurusan kini tengah khusyuk mengikuti program Pondok Ramadan intensif yang berlokasi di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Plaosan, Magetan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan akhlak mulia sejak dini.
Program Pondok Ramadan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 9 hingga 11 Maret 2026. Peserta kegiatan adalah seluruh siswa dan siswi kelas X SMKN 1 Magetan yang mengikuti rangkaian pembinaan keagamaan dan pembentukan karakter.
“Kami tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual dan keterampilan vokasi. Pembentukan karakter yang kuat, berlandaskan nilai-nilai agama, adalah fondasi penting agar siswa kami menjadi pribadi yang utuh, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Nurickwan, S.Pd., M.Pd. Kepala SMKN 1 Magetan saat meninjau langsung kegiatan di pesantren.
“Lingkungan pesantren yang kental dengan nuansa religius diharapkan mampu memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi mereka.” Tambahnya Nurickwan
Selama kurang lebih tiga hari, para peserta Pondok Ramadan menjalani rutinitas layaknya santri. Hari mereka diawali dengan salat taraweh berjamaah, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an, hingga mendengarkan ceramah agama dari para kyai dan ustadz Ponpes Hidayatul Mubtadiin. Tidak hanya itu, ada juga sesi diskusi interaktif, praktik kepemimpinan, dan kegiatan sosial untuk menumbuhkan empati.
Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin, Kyai Haji Lukman Hidayatmenyambut baik inisiatif SMKN 1 Magetan. “Ini adalah sinergi yang luar biasa antara pendidikan formal dan pesantren. Kami siap mendukung penuh upaya SMKN 1 Magetan dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga berakhlak mulia dan berlandaskan iman,” tuturnya.
Diharapkan, melalui Pondok Ramadan 2026 ini, siswa-siswi SMKN 1 Magetan tidak hanya pulang membawa pengalaman baru, tetapi juga bekal spiritual dan karakter yang lebih matang, menjadi teladan bagi lingkungan sekitar, serta insan yang berbakti kepada agama, bangsa, dan negara.(Dhy)

