Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaBerita UmumDiduga Gagal Produk, Tram Mover TMII Mangkrak: LSM Desak PT INKA untuk...

Diduga Gagal Produk, Tram Mover TMII Mangkrak: LSM Desak PT INKA untuk Diaudit Menyeluruh

KOTA MADIUN,KABARJITU.COM – Proyek Tram Mover yang dicanangkan sebagai solusi transportasi modern di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini terpuruk. Setelah beroperasi hanya dalam waktu singkat, sistem transportasi ini telah berhenti berfungsi, menimbulkan kekecewaan bagi pengunjung dan menimbulkan pertanyaan serius tentang kualitas produk yang dihasilkan oleh PT INKA.

Dua unit tram mover yang dipesan untuk operasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dilaporkan tidak lagi beroperasi sebagaimana rencana awal. Kondisi tersebut memicu sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Garis Pakem Mandiri yang menduga adanya indikasi kegagalan produk dalam proyek yang dikerjakan PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT INKA.

Ketua LSM Garis Pakem Mandiri, Rohman Sahebuddin, mengatakan pihaknya menerima informasi bahwa tram mover yang semestinya menunjang mobilitas pengunjung di kawasan TMII justru tidak difungsikan secara optimal.

“Jika kendaraan itu memang tidak bisa digunakan sesuai peruntukan, maka patut dipertanyakan kualitas produk dan proses pengadaannya. Ini bukan persoalan sepele karena berpotensi menimbulkan kerugian,” ujar Rohman, Kamis (26/2/2026).

Menurutnya, proyek pengadaan sarana transportasi publik seharusnya melalui tahapan ketat, mulai dari perencanaan teknis, produksi, uji fungsi (commissioning), hingga serah terima. Jika dalam praktiknya kendaraan tidak dapat dioperasikan sebagaimana mestinya, hal tersebut dinilai mengindikasikan adanya tahapan yang tidak berjalan sesuai prosedur.

“Kalau benar tidak memenuhi spesifikasi atau tidak lolos uji fungsi, berarti ada yang harus dievaluasi serius. Apakah perencanaannya keliru, pengawasannya lemah, atau ada persoalan pada proses produksinya,” kata dia.

LSM Garis Pakem Mandiri juga memperoleh informasi bahwa dua unit tram mover kini berada di lingkungan Politeknik Negeri Madiun. Unit tersebut disebut tidak lagi difungsikan di TMII dan hanya ditempatkan untuk keperluan tertentu.

Rohman menilai, pemindahan unit dari lokasi operasional awal menimbulkan pertanyaan publik. Sebab, pengadaan dilakukan untuk mendukung operasional di TMII, bukan untuk kebutuhan lain.

“Atas dasar itu, kami meminta audit independen agar semuanya terang. Harus jelas apakah ini murni kendala teknis dalam tahap pengembangan atau ada unsur kelalaian dalam pengadaan,” ujarnya.

LSM Garis Pakem Mandiri juga mendorong aparat penegak hukum serta lembaga auditor negara turun tangan apabila ditemukan indikasi kerugian negara.

Sementara itu PT INKA Madiun menyatakan dalam keterangan tertulisnya menyebut uji coba operasional terbatas di TMII merupakan bagian dari tahapan pengujian teknis.Tram mover sejak awal merupakan bagian dari pengembangan kendaraan listrik berbasis riset.

Melalui rilisnya Senior Manager PT INKA (Persero), Hartono, menyampaikan sejak awal, Tram Mover dikembangkan sebagai platform riset. Uji coba di TMII merupakan bagian dari tahap pengujian teknis dan operasional. Setelah periode uji coba tersebut berakhir, unit dikembalikan untuk pengembangan lanjutan berbasis riset terapan dan kolaborasi akademik.

“Untuk Tram Mover, kami melanjutkan pengembangan melalui riset bersama Politeknik Negeri Madiun. Sejak awal, uji coba di TMII memang merupakan bagian dari tahap pengujian kendaraan berbasis listrik, sehingga setelah evaluasi selesai, pengembangan kami lanjutkan ke tahap riset berikutnya,” ujar Hartono

Dijelaskan lebih lanjut pengembangan difokuskan pada peningkatan sistem kelistrikan, efisiensi operasional, serta aspek keselamatan dan keandalan kendaraan. “Uji coba di TMII memang bagian dari tahapan pengujian. Setelah evaluasi, pengembangan dilanjutkan ke tahap riset berikutnya,” kata Hartono.

Tram Mover, yang diharapkan menjadi daya tarik baru sekaligus meningkatkan aksesibilitas di kawasan wisata ini, kini menjadi simbol kegagalan.

Meski demikian, polemik mengenai efektivitas pengadaan tram mover tersebut masih menjadi sorotan. Publik kini menunggu kejelasan: apakah unit tersebut memang belum memasuki tahap komersial, atau terdapat persoalan lain dalam proses pengadaannya.(**)

 

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Most Popular

Recent Comments