SBW Yang Diekspor Dari Rumah Walet Teregistrasi

Kepala Barantan Ali Jamil saat melakukan monitoring Rumah Proses Walet di Salatiga, Jawa Tengah. (kabarjitu/ist)

 

SALATIGA (kabarjitu): Komoditas sarang burung walet (SBW) saat ini menjadi produk pertanian unggulan. Karena berpotensi ekspor di pasar global dengan banyak negara, salah satunya China. Padahal pada 2015, China sempat menutup ekspor SBW dari Indonesia. Kini, SBW yang diekspor berasal rumah walet yang sudah teregistrasi.

“Sudah menjadi tugas kami ketika terjadi hambatan dagang berupa persyaratan teknis, maka negosiasi harmonisasi peraturan kami lakukan. Sekarang kami pastikan produk yang diekspor sehat dan aman,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil saat melakukan monitoring Rumah Proses Walet di Salatiga, Jawa Tengah, Rabu (09/10/2019).

Menurut Jamil, selain melakukan upaya tersebut, pihaknya juga melakukan percepatan dan fasilitasi layanan perkarantinaan. Tak hanya itu, aspek kelestarian alam juga menjadi fokus pengembangan industri SBW. Karena SBW yang diekspor bukan dari gua, melainkan rumah walet yang sudah teregistrasi.

“SBW dari goa,  selain tidak mencukupi jumlahnya dalam skala industri, juga tidak memenuhi persyaratan ketelusuran. Apalagi, SBW dari rumah walet dan prosesing yang teregistrasi merupakan syarat teknis ekspor SBW ke China,” ucapnya.

Syarat teknis lainnya, lanjut Ali, produk harus sudah dipanaskan selama 3,5 detik dengan suhu inti, tidak boleh dibawah 70°C. Proses itu untuk mematikan virus flu burungdan mikroba patogen lainnya. Kadar nitrit produk juga tidak boleh lebih dari 30 ppm.

“Bahkan, SBW yang diekpor ke China sudah ada jaminan ketelusuran hingga ke rumah walet. Karena burung walet adalah sumber dari SBW dan dari burung itulah kita bisa ekspor. Maka, tidak mungkin kita mengabaikan aspek kelestariannya,” ulasnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Semarang, Wawan Sutian menambahkan, total ekspor SBW pada periode Januari hingga September 2019 tercatat 38 ton senilai Rp1,06 triliun atau hampir 50 persen dari capaian nilai ekonomi SBW nasional senilai Rp2,2 triliun. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password