Pemprov DKI Ancam Cabut KJP Pelajar Demo Berujung Kriminal

Pelajar yang melakukan aksi unjuk rasa di drpan Gedung MPR/DPR Jakarta. (kabarjitu/red)

 

JAKARTA (kabarjitu): Kartu Jakarta Pintar (KJP) pelajar yang ikut demo dan terbukti melakukan tindak kriminal terancam dicabut. Namun jika hanya sekadar ikut-ikutan, pelajar tthanya akan dinasihati.

“Kalau pelajar itu terlibat kriminal bisa  langsung pemberhentian KJP. Tapi kalau sifatnya ikut-ikutan dan kena sanksi dari kepolisian, maka kami akan menasehatinya dan KJP tetap berjalan,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Ratiyono, di Balai Kota Jakarta, Selasa (01/10/2019).

Dijelaskan, KJP adalah program Pemprov DKI untuk membiayai pelajar yang kurang mampu dalam mengenyam pendidikan hingga tamat SMA/SMK. Biayanya diambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

“Oleh sebab itu, kami tidak akan memberhentikan KJP begitu saja. Kami masih akan mempertimbangkan sisi ekonomi keluarga pelajar tersebut. Kalau KJP dihentikan tanpa alasan, kasihan,” tegasnya.

Menurutnya, hal yang paling penting adalah berlangsungnya proses belajar mengajar agar masa depan menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, pihaknya selalu memeriksa data para pelajar yang turut tertangkap saat aksi demo. Selain itu, juga selalu berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya agar lebih mudah melakukan tindak lanjut terhadap pelajar tersebut.

“Karena setiap kejadian ketika ada informasi, ada yang di Polda, pasti kami utus pejabat kami yang merapat ke Dirkrimum minta data, nanti kita kroscek dari SMA atau SMK mana,” tutupnya. (red)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password