Indonesia Bisa Contoh Pakistan dan Brazil Pindahkan Ibu Kota Negara

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan paparan dalam acara "Talkshow Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara". (kabarjitu/ist)

 

BALIKPAPAN (kabarjitu):  Indonesia dapat mencontoh Pakistan dan Brazil yang sudah berhasil memindahkan ibu kota negara (IKN). Kedua negara tersebut pada usianya 60-an tahun memindahkan IKN. Bahkan, hanya butuh 5 tahun untuk membuat kota yang dibangun dari nol dan sudah beroperasi sebagai pusat pemerintahan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, keberhasilan Brasil dan Pakistan tersebut, seharusnya bisa dilakukan di Indonesia. Dalam periode waktu yang sama atau bahkan lebih cepat, Indonesia juga bisa memindahkan IKN.

“Dengan dukungan teknologi yang lebih maju, kemampuan tenaga kerja serta dukungan infrastruktur yang lebih baik, mimpi untuk membangun IKN yang baru bisa terwujud. Sehingga, lanjutnya, awal 2024 kita sudah mulai pemerintahan itu di IKN baru,” katanya saat menjadi pembicara kunci dalam talkshow “Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara” di Balikpapan, Selasa (01/10/2019) malam.

Dia menjelaskan, pemerintah Brasil di bawah pimpinan Presiden Juscelino Kubitschek saat itu merasa ada ketimpangan yang luar biasa antara masyarakat yang tinggal di daerah pantai dengan masyarakat di daerah Sungai Amazon.

“Akhirnya, pada 1956, pemindahan IKN mulai dilakukan dari Rio De Janeiro ke Brasilia. Karena saat itu tanahnya relatif kosong. Walaupun ada penduduknya, tapi minim kegiatan. Kemudian, pada 1960 Presiden Brasil saat itu berhasil mendeklarasikan IKN baru, hanya dalam waktu 5 tahun,” ungkapnya.

Sementara Pakistan, lanjut Bambang, memindahkan IKN dari Karachi ke Islamabad di bawah pimpinan Presiden Ayub Khan. Wilayah Karachi yang berada di pinggir pantai saat itu dianggap sudah tidak terkendali, walaupun berkembang menjadi kota dagang dan bisnis. Apalagi, Pakistan punya perbatasan dengan Afganistan dan ada daerah pegunungan yang Pakistan juga sulit memonitornya.

“Makanya, saat itu harus ada perimbangan disamping mengurangi beban Karachi. Karena penduduknya juga banyak dan padat, seperti Indonesia dan pemerintah tidak bergantung pada Karachi. Kemudian pada 1963 berhasil dipindahkan hanya dalam waktu empat tahun dari Karachi ke Islamabad,” paparnya. (red)

 

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password