Hati-hati, Ledakan Populasi Ubur ubur Kembali Terjadi di Pantai Ancol

Pengunjung Pantai Ancol melihat dan menangkap ubur-ubur saat berenang di kedalaman 1 meter. (kabarjitu/ist)

 

JAKARTA (kabarjitu): Saat musim pancaroba ini, diketahui gerombolan ubur-ubur mulai memadati kawasan Teluk Jakarta. Bahkan, populasi ubur-ubur tersebut sudah mencapai Pantai Ancol, Jakarta Utara. Fenomena bertambahnya populasi ubur-ubur ini pernah terjadi juga pada tahun 2018 lalu.

Manajer Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Rika Lestari mengakui, bulan Oktober ini memang masanya ubur-ubur berkembang biak. Setelah masuk musim hujan nanti, populasinya akan hilang dengan sendirinya.

“Tak dipungkiri, kalau ubur-ubur tersebut bisa menyengat manusia. Walau demikian, kawasan pantai tak akan ditutup untuk pengunjung karena adanya serangan populasi ubur-ubur,” katanya terkait serangan ubur-ubur, di Ancol, Jakarta, Minggu (06/10/2019).

Pihaknya hanya mengimbau kepada para pengunjung untuk tak mendekati atau memegang ubur-ubur yang terlihat di kawasan pantai. “Kami akan memberikan peringatan tertulis maupun lewat media sosial,” tegasnya

Secara terpisah, Peneliti Plankton Laut Puslit Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Arief Rahman mengungkapkan, ubur-ubur yang ada di kawasan Ancol berjenis Phyllorhiza (spotted jelly) dan Catostylus (jelly blubber). Kedua jenis ubur-ubur itu memiliki sel penyengat. Namun, jika menyengat efeknya tergolong lemah. Hanya gatal-gatal dan merah-merah. 

“Ada beberapa hipotesia penyebab kemunculan ubur-ubur di Pantai Ancol, di antaranya perubahan cuaca dan iklim dan pantai tersebut merupakan lokasi berkembang biak,” ulasnya. (red)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password