Mempertahankan Status Geopark Gunungsewu

Geopark Gunungsewu tetap masuk UNESCO. (kabarjitu/ist)

 

GUNUNG KIDUL (kabarjitu): Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, segera menindaklanjuti 5 catatan yang diberikan Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Catatan tersebut bertujuan untuk mempertahankan status Taman Bumi (Geopark Gunungsewu) sebagai UNESCO Global Geopark.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunung Kidul Asti Wijayanti mengatakan catatan UNESCO, antara lain masih kurang menampilkan logo geopark internasional di kawasan Gunungsewu. Padahal logo tersebut bisa dimunculkan dimana saja, seperti di gapura selamat datang yang terletak di Patuk. Selain itu, bisa ditempatkan di produk-produk hasil olahan masyarakat yang ada di sekitar geopark.

“Bagi pelaku wisata dan masyarakat di Gunung Kidul yang belum memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang mempuni, kami juga siap memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mendapatkan kemampuan bahasa tersebut. Sehingga masyarakat sekitar bisa tetap mendukung keberadaan geopark dengan berpartisipasi menjadi mitra,” katanya di Gunung Kidul, Rabu (25/09/2019).

Sementara itu, Sekretaris Dispar Gunung Kidul Hary Sukmono menambahkan, status UNESCO  Global Geopark (UGG) Gunungsewu yang diperoleh memiliki makna penting untuk keberadaan kawasan karts Gunungsewu. Karena dengan status tersebut, selain menjaga keberadaan situs dengan upaya konservasi, juga berperan untuk program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Pengukuhan status geopark memang dibutuhkan, tapi yang paling penting keberadaannya bisa memberikan manfaat. Selain itu, status UGG Gunungsewu dapat mempercepat pengembangan pariwisata Gunung Kidul, terlebih dengan dioperasikannya penerbangan internasional di Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo,” paparnya.

Ia menjelaskan, penerbangan internasional diharapkan membawa wisatawan mancanegara ke objek wisata di Gunung Kidul. Sehingga menjadi destinasi wisata unggulan di DIY, khususnya pantai. Apalagi saat ini, jumlah wisatawan mancanegara ke Gunung Kidul sudah mencapai 23 ribu.

“Dengan adanya penerbangan internasional diharapkan lebih banyak lagi wisatawan yang ke Gunung Kidul,” tegasnya. (red)

 

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password