Jamin Ketersediaan, Sebanyak 57 Sub Penyalur BBM di Selayar Diresmikan

Direktur BPH Migas, Patuan Alfon Simanjuntak bersama instansi terkait meresmikan salah satu dari 57 sub penyalur BBM di Kepulauan Selayar. (kabarjitu/ist)

 

SELAYAR (kabarjitu): Kini giliran Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan kembali mendapat kepastian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjangkau. Sebanyak 57 sub penyalur BBM di wilayah itu diresmikan secara simbolis sub penyalur milik Abdul Hamid Desa Bontontangnga Kecamatan Bontoharu, Selasa (10/9/2019).

Direktur Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Patuan Alfon Simanjuntak mengatakan, keberadaan 57 sub penyalur BBM ini telah melalui tahap seleksi kelayakan berkas persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi, total sub penyalur BBM di wilayah itu sudah ada 59. Sebanyak 2 sub penyalur lainnya sudah diresmikan tahun sebelumnya.

“Pembentukan sub penyalur ini sebagai salah satu solusi terhadap permasalahan BBM, khususnya dalam rangka peningkatan ketersedian dan kelancaran pendistribusian pada wilayah desa dan pulau terpencil,” katanya berdasarkan keterangan pers yang diterima kabarjitu.com, Rabu (11/09/2019)

Dia berharap, lahirnya lembaga sub penyalur BBM dapat mengatasi masalah ketersediaan BBM di wilayah yang belum ada penyalur. Pihaknya juga meminta pemerintah daerah dan masyarakat ikut serta mengawasi ketersediaan dan pendistribusian BBM di sub penyalur agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

“Hingga saat ini, sub penyalur BBM yang telah beroperasi di Indonesia  tersebar di wilayah Merauke, Asmat, Maluku Utara, Kalimantan Barat dan termasuk Kepulauan Selayar. Konsep sub penyalur ini  mendekatkan ketersediaan BBM kepada konsumen melalui pembangunan infrastruktur oleh sekelompok konsumen pengguna untuk memenuhi kebutuhan BBM,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Zainuddin, keberadaan sub penyalur di wilayahnya memberikan manfaat besar  bagi masyarakat pengguna. Apalagi, di wilayahnya masih banyak pengecer BBM yang belum berijin.

“Ke depan, kami akan berikan arahan dan pembinaan agar mereka menutup perniagaannya atau diarahkan untuk pengurusan ijin dan mendirikan sub penyalur. Karena mereka masih ilegal dan resikonya kebakaran sangat besar dan tidak terjamin safetynya” tutur Zainudin. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password