Percepat Ekspor, Barantan Permudah Layanan Perkarantinaan

Seorang petugas Karantina Pertanian sedang melakukan pemeriksaan cengkeh yang akan diekspor. (kabarjitu/ist)

 

SIDOARJO (kabarjitu): Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus berupaya melakukan percepatan layanan. Karena sebagai fasilitator perdagangan, trade facilitator komoditas pertanian yang diekspor, berbagai inovasi dan terobosan  kebijakan layanan perkarantinaan pun dilakukan. Sehingga proses pemeriksaan komoditas ekspor bisa mudah dan cepat. 

“Kebijakan menciptakan layanan pemeriksaan karantina yang mudah dan cepat memang prioritas kami. Oleh karena itu, pemeriksaan karantina terhadap komoditas ekspor,  wajib dilakukan untuk menjamin komoditas ekspor tersebut tidak akan ditolak oleh negara tujuan,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil usai melepas ekspor cengkeh ke India milik PT. Supa Surya Niaga (SSN) di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (10/08/2019). 

Menurutnya, pemeriksaan cengkeh milik perusahaan itu tidak lagi dilakukan di Pelabuhan Tanjung Perak. Karena perusahaan itu sudah menerapkan kebijakan Barantan untuk menjadikan gudangnya sebagai tempat lain pemeriksaan karantina di pintu pemasukan dan pintu keluaran. 

“Hal itu sesuai dengan Permentan nomer 38/Permentan/OT.140/3/2014 tentang Tindakan Karantina Tumbuhan di Luar Tempat Pemasukan dan Pengeluaran. Jadi pemeriksaan cengkeh sudah bisa dilakukan di gudang milik perusahaan tersebut,” imbuhnya. 

Jamil menjelaskan, setelah proses pengajuan permohonan ekspor diterima oleh Karantina Pertanian Surabaya, maka ada petugas yang akan datang ke gudang perusahaan itu untuk melakukan pemeriksaan. Setelah hasil pemeriksaan keluar dan terbit sertifikat kesehatan tumbuhan, maka ekspor dapat diberangkatkan sesuai jadwal. 

“Jadi tidak ada lagi proses pemeriksaan dengan bongkar kontainer di pelabuhan. Ini sudah menjadi salah satu contoh kebijakan pelayanan kamj yang membuat proses ekspor menjadi lebih mudah dan cepat,” tegasnya. 

Dipaparkan, perusahaan tersebut secara rutim mengekapor cengkeh ke India sebanyak 3-4 kontainer setiap bulannya. India merupakan satu dari 5 negara tertinggi pengimpor cengkeh dari Indonesia selain Singapura, Pakistan, Vietnam dan Saudi Arabia.

“Dari data IQ- Fast Karantina Pertanian Surabaya, tercatat sejak Januari – Juni 2019 total ekspor cengkeh mencapai 11 ton dengan Rp2,6 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018, ekspor cengkeh hanya 6,3 ton. Sehingga ekspor cengkeh di tahun 2019 telah mengalami peningkatan sebesar 174 persen,” ungkapnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password