Keripik Singkong Asal Jateng Diminati di Luar Negeri

Keripik singkong siap ekspor. (kabarjitu/ist)

 

SEMARANG (kabarjitu): Keripik singkong asal Indonesia ternyata sangat digandrungi masyarakat manca negara. Karena camilan ini diolah dari bahan organik. Terbukti, sepanjang tahun 2019 hingga Juli ekspor keripik singkok asal Jawa Tengah meningkat 3 kali lipat.

“Data dari Karantina Pertanian Semarang, telah memfasilitasi 27 kali ekspor camilan sebanyak 217 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp3,89 milyar. Sedangkan, di tahun 2018 hanya 9 kali dengan volume 77 ton senilai Rp1,02 miliar,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/08/2019).

Dia menjelaskan, saat ini produk pertanian tidak diekspor mentah tapi sudah diolah. Setelah singkong diolah jadi keripik, baru diekspor. Hilirisasi ini menjadi langkah strategis bagi produk pertanian agar mendapatkan nilai tambah bagi petani namun dan bagi masyarakat di sektor industri.

“Oleh sebab itu, kami mendorong para eksportir agar tidak lagi mengekspor komoditas mentah ke luar negeri. Olah dahulu minimal menjadi barang setengah jadi agar komoditas pertanian tersebut memiliki  daya simpan lebih lama dan nilai tambah,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub Seksi Tumbuhan Karantina Pertanian Semarang, Cisilia, mengungkapkan untuk dapat menembus dan memenuhi persyaratan di negara tujuan, keripik singkong itu juga dilengkapi dengan Phytosanitary Certificate (PC). Proses sertifikasi dari Otoritas Karantina dilakukan berupa pemeriksaan fisik terhadap komoditas ekspor tersebut.

“Jika dari hasil pemeriksaan fisik di laboratorium menyatakan produk sehat dan aman dari hama penyakit hewan dan tumbuhan, maka surat PC bisa diterbitkan,” tegasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password