Inilah Kompensasi Pemadaman Listrik Massal

Petugas PLN berusaha memperbaikj kerusakan sehingga listrik padam. (kabarjitu/ist)

 

JAKARTA (kabarjitu): PT Perusahaan Listrik Negara (PLNN) berjanji akan memberi kompensasi atas pemadaman listrik massal yang terjadi pada Minggu (04/08/2019) hingga Senin (05/08/2019) lalu. Besarannya berkisar 20 hingga 35 persen dari tagihan listrik pada bulan Agustus 2019. Dana yang disiapkan sudah sebesar Rp865 miliar untuk 22 juta pelanggan. 

Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, ketentuan itu sudah tercantum dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terikat dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN.

“Kami akan memberi kompensasi sebesar 35 persen bagi golongan tarif yang dikenakan penyesuaian tarif tenaga listrik (tarrif adjustment). Sementara untuk konsumen golongan non-tariff adjustment, atau golongan subsidi dengan kompensasi sebesar 20 persen,” katanya di Jakarta, Jumat (09/08/2019). 

Hanya saja, lanjut dia, mekanisme kompensasi ini berbeda untuk pelanggan listrik prabayar maupun pascabayar yang menggunakan token. Untuk pelanggan pascabayar, pihaknya secara otomatis mengurangi tagihan dan akan tercantum di dalam akun bernama “Rupiah Kompensasi TMP” sebagai komponen pengurang tagihan listrik.

“Misalnya, jika jumlah tagihan listrik pengguna golongan tarif adjustment sebesar Rp1 juta, maka akun “Rupiah Kompensasi TMP” secara otomatis akan berisi nilai Rp350 ribu. Dengan demikian, tagihan listrik pokok pada Agustus akan sebesar Rp650 ribu. Tapi, tagihan tersebut belum mencakup Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen dan tagihan lain-lain,” terangnya. 

Menurutnya, apabila pelanggan membayar listrik melalui ATM atau m-banking, maka tagihan listrik yang tertera sudah dikurangi dengan diskon kompensasi. “Jadi tagihan itu sudah kami potong secara otomatis,” imbuhnya. 

Sementara itu, tambahnya, untuk konsumen listrik golongan prabayar, jumlah kompensasi sebesar 35 persen dan 20 persen dihitung dari energi minimum pelanggan. Misalnya, satu rumah tangga menggunakan daya 1.300 Volt Ampere (VA). 

“Maka dalam perhitungannya, menggunakan asumsi energi minimum selama 40 jam. Sehingga dasar perhitungannya adalah 1.300 dikali 40, yakni 52.000 VA. Nilai tersebut dikonversi menjadi satuan Kilowatt, yakni 52 Kilowatt. Jadi kompensasi 35 persen yang diterima pelanggan adalah tambahan daya sebesar 18,2 KW,” ulasnya. 

Ketika membeli token, kata Yuddy, nanti akan ada dua kode yang muncul di dalam struk. Kode pertama adalah kode token listrik sesuai nominal pembelian. Sedangkan kode kedua adalah digunakan untuk mengaktifkan tambahan daya sebesar 18,2 KW tersebut.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password