Kepala Barantan, Ali Jamil meluncurkan aplikasi Klinik Ekspor. (kabarjitu/ist)

CILEGON (kabarjitu): Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus berupaya pacu ekspor produk pertanian. Maka berbagai inovasi disiapkan, salah satunya Karantina Pertanian Cilegon meluncurkan klinik ekspor. Inovasi berupa aplikasi yang tersedia dalam 2 format, yaitu konsultasi langsung dan melalui website Karantina Pertanian Cilegon.

“Ini adalah kerja yang berdampak bagi kemajuan. Sehingga perlu kita dukung. Dengan aplikasi ini akan berdampak bagi kemudahan dan percepatan layanan dan peningkatan ekspor mencapai Rp274,6 miliar,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil saat meluncurkan aplikasi tersebut di Cilegon, Banten, Rabu (14/08/2019).

Pada kesempatan yang sama juga dilepas ekspor 4 komoditas pertanian asal Propinsi Banten. Ke-4 komoditas itu adalah dedak gandum, rumput laut, tepung pati jagung dan maltodextrine yang nilai mencapai Rp4,56 miliar.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Raden Nurcahyo Nugroho, mengungkapkan, komoditas rumput laut asal Banten, kini mulai diminati pasar dunia. Rumput laut menjadi komoditas primadona yang baru diekspor tahun ini. Data ekspor rumput laut sejak Januari hinggq Agustus 2019, mencapai Rp2,4 miliar dikirim ke China sebanyak 96 ton.

Pihaknya berkomitmen tinggi memastikan ketentuan Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS) dalam hal eksportasi rumput laut. SPS harus dipenuhi yang karena merupakan persyaratkan dari negara tujuan. Apalagi, rumput laut juga komoditas wajib periksa karantina tumbuhan, sehingga harus dipastikan keamanannya oleh petugas karantina melalui pemeriksaan dan penerbitan Phytosanitary Certificate (PC).

“Tanpa pemeriksaan dan sertifikasi dari karantina, komoditas ini tidak akan mungkin di ekspor. Pelayanan kami lakukan selama 24 jam setiap hari dengan jadwal piket petugas yang memadai,” paparnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password