Dukungan Rekonsiliasi 01 dan 02 Demi Persatuan Indonesa

Wakil Sekretaris Umum Yayasan Al Ittihaad, Tebet, Rustam Amiruddin. (kabarjitu/eva)

 

JAKARTA (kabarjitu): Pertemuan calon presiden (capres) petahana Joko Widodo dengan capres Prabowo Subianto di Jakarta, pada Minggu (14/08/2019) lalu mendapat perhatian dari banyak pihak. Pertemuan itu seolah mengirimkan pesan kepada seluruh masyarakat, baik kedua pendukung pasangan capres itu agar kembali bersatu dengan menanggalkan perbedaan dan perseteruan selama pilpres 2019.

Demikianlah dikatakan Wakil Sekretaris Umum Yayasan Al Ittihaad, Tebet, Rustam Amiruddin, di Jakarta, Kamis (18/07/2019). Masjid tersebut diketahui sebagai basis jemaah pendukung 02, Prabowo dan Sandiaga Uno. 

Dia mengaku mendukung dan mengkritisi pertemuan rekonsiliasi politik antara Jokowi-Prabowo dengan berbagai macam alasan. Apalagi, kalau kegiatan itu untuk kepentingan bangsa dan negara, tentu tidak masalah. 

“Karena rekonsiliasi pertemuan itu bukan berarti kubu Prabowo menerima jatah menteri dan lain-lain, melainkan hanya sekedar silaturahmi biasa untuk meredam situasi yang selama ini memanas,” katanya di Jakarta. 

Dia menjelaskan, dengan adanya pertemuan itu berarti mulai menunjukkan adanya titik temu dan sikap legowo dari kedua belah pihak. Kekalahan yang dialami kubu capres 02 merupakan bagian dari pertarungan politik yang harus diterima. Dalam sebuah pertarungan menang atau kalah adalah hal biasa. 

“Sayq yakin, langkah Prabowo ini hanya untuk mengatasi kegundahan di barisan bawah. Dalam waktu dekat, Prabowo pasti akan menjelaskan perihal rekonsiliasi dan sikap legowo ini dalam waktu dekat kepada semua pendukungnya. Sehingga para pendukung itu tidak menimbulkan tanda tanya,” tegasnya. 

Mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap gugatan sengketa pemilu yang memenangkan capres 01 merupakan keputusan hukum tertinggi negara. Hal itu terlepas dari kecurangan yang ada. Bahkan, sebagian konstituen di bawah menganggap bahwa pertarungan kemarin itu tidak fair. 

“Belajar dari Pilpres 2019 lalu, diharapkan tingkat kesadaran berpolitik masyarakat semakin dewasa dan bijaksana. Sebab, politik adalah seni sehingga yang ada adalah hanya kepentingan. Jadi tidak ada kawan abadi, justru yang ada hanya kepentingan politik,” paparnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password