Waspada “Mata Elang” Palsu, Ambil Motor Bermodus Tugas dari Leasing

Matel Gadungan yang selalu mengincar nasabah leasing. (Kabarjitu/yad)

 

JAKARTA (kabarjitu): Kehadiran Matel atau mata elang, memang sangat meresahkan masyarakat. Mereka banyak dijumpai di jalan-jalan. Bagi nasabah, jangan mau menyerahkan kendaraannya kepada Matel tersebut.

Baru-baru ini, Honda Beat B 4316 TNK yang tengah melintas di jalan Saharjo Tebet menuju Manggarai, sebelum fly over Casablanca, dicegat Matel. Kejadian itu berlangsung pada Jumat (14/6/2019) sekitar jam 11:30 WIB.

Saat itu, setidaknya ada 3 orang Matel dengan 2 sepeda motor yang mengaku dari salah satu leasing.

Setelah diberhentikan, Matel tersebut meminta STNK. Mereka langsung mencabut kunci kontak motor Honda Beat B 4316 TNK tersebut. Alasannya cek nomor rangka dan mesin. Setelah mengecek, korban Ferry Yulianto dinyatakan menunggak dan motor akan disita.

Namun, saat Ferry Yulianto bertanya soal data-data tunggakan angsuran? Matel tidak bisa menjawab. Dia hanya bilang, “kamu merasa nunggak gak?”

“Padahal, data dari leasing, tunggakan saya 2 bulan, jalan 3 bulan. Kalau menurut leasing, jumlah tunggakan 3 bulan seharusnya tidak ada penarikan,” kaya Ferry Yulianto kepada kabarjitu.

Setelah STNK dan kunci motor dikuasai Matel, lalu Ferry Yulianto dibonceng untuk mencari tempat ngobrol masalah tunggakan.

Mereka membawa Ferry Yulianto ke Jln. Latuharhary, tepatnya di warung ujung Jln. Malang. Setelah sampai di sana, dijelaskan soal tunggakan dan korban dikasih surat serah terima barang. Lalu Ferry Yulianto disuruh segera urus ke leasing. Karena motor akan disita dan akan disimpan di gudang leasing tersebut.

Kemudian, Ferry Yulianto diantar ke terminal Manggarai dan motor Honda Beat B4316 TNK dibawa Matel.

Setelah kejadian itu, pada Minggu, 16 Juni 2019, 2 orang colector leasing datang ke rumah Ferry Yulianto, sekitar jam 15.30 WIB, untuk menagih angsuran yang terlambat.

Lalu Ferry Yulianto menjelaskan kronologis kejadian yang menimpanya pada Jumat 14 Juni 2019. Sekaligus menunjukan surat berita acara serah terima barang dari Matel yang membawa motornya.

Namun colector leasing itu menunjukan surat serah terima barang yang resmi dari leasing. Wetelah dibandingkan, surat dari Matel tersebut dinyatakan palsu. Bahkan Matel itu adalah petugas gadungan.

Senin sore, 17 Juni 2019, Ferry Yulianto menghubungi colector leasing, memastikan apakah motornya sudah masuk gudang leasing. Ternyata, tidak ada. Ferry Yulianto disuruh melapor ke polisi.

Pada Selasa, 18 Juni 2019, FY mendatangi Polsek Menteng. Pihak Polsek meminta kelengkapan surat lainnya dari leasing, termasuk surat pernyataan bahwa surat dari Matel adalah palsu dan matel yang bertugas adalah gadungan.

Setelah datang ke leasing, FY hanya dibuatkan surat keterangan dari leasing yang berisi data FY sebagai nasabah dan data motor, sekaligus copy BPKB motor.

Sedangkan surat pernyataan dari leasing soal surat dari Matel tersebut palsu, pihak leasing tidak mau memberikannya. Alasannya, leasing tidak pernah membuat memo soal surat matel palsu.

Ferry Yulianto mengaku bingung dengan pihak leasing. Kalau memang itu Matel gadungan, kenapa pihak leasing sendiri tidak mau mengeluarkan surat tersebut? Ferry Yulianto merasa dipermainkan oleh pihak leasing. (Yad)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password