KAN Telah Diakui Secara Internasional

Kabarjitu/eva

 

JAKARTA (kabarjitu): Akreditasi berperan penting dalam menciptakan keamanan. Karena akreditasi merupakan pengakuan formal yang menyatakan lembaga penilaian kesesuaian seperti lembaga sertifikasi, laboratorium, serta lembaga inspeksi kompeten dalam melakukan kegiatan penilaian kesesuaian. Sehingga lembaga yang terakreditasi bisa menjamin proses penilaian kesesuaian sesuai persyaratan internasional.

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menyatakan, pentingnya akreditasi. Karena akreditasi memainkan peran yang sangat penting dalam mengurangi biaya perdagangan dan kegiatan bisnis. Selain itu, meningkatkan transfer teknologi, serta meningkatkan investasi. Sehingga bisa bersaing di pasar global.

“Jaminan akreditasi memungkinkan pelaku bisnis untuk berintegrasi ke dalam rantai pasok global, dengan membuktikan mutu produk melalui bahasa teknis yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan antar mitra bisnis,” katanya kepada kabarjitu.com disela-sela Peringatan Hari Akreditasi Dunia 2019, di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (25/06/2019).

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Akreditasi Nasional (KAN) Bambang Prasetya menambahkan, saat ini KAN telah diakui secara internasional untuk 12 skema akreditasi yang dioperasikan. Karena sudah dipastikan kompetensinya melalui evaluasi oleh sesama anggota dari forum kerjasama badan akreditasi internasional.

“Pengakuan tersebut menunjukkan kontribusi KAN dalam memfasilitasi penerimaan produk dan jasa Indonesia ke berbagai negara, sekaligus menciptakan infrastruktur global untuk mendukung perdagangan, pemenuhan regulasi, dan jaminan serta peningkatan kepercayaan terhadap rantai pasok,” ujarnya yang juga Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Sementara itu, Deputi Bidang Akreditasi BSN sekaligus Sekjen, KAN, Kukuh S. Ahmad mengungkapkan, sampai dengan April 2019, KAN telah mengakreditasi 2.057 lembaga penilaian kesesuaian (LPK). Diantarnya, 1.675 laboratorium, 96 lembaga inspeksi dan 286 lembaga sertifikasi untuk berbagai skema.

“Saat ini 80 persen perdagangan melibatkan elemen pengujian, kalibrasi, inspeksi dan kegiatan sertifikasi secara kolektif. Sehingga dibutuhkan jaminan yang kredibel untuk memastikan kompetensi lembaga penilaian kesesuaian dalam melakukan pengujian, kalibrasi, serta sertifikasi halal,” tegasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password