Jonggol Mau Dijual ke China, Bupati Bogor Gak Tahu

Kabarjitu/yad

 

BOGOR (kabarjitu): Pemerintah Indonesia menawarkan 28 proyek senilai USD 91,1 miliar atau setara Rp1.295,8 triliun kepada pemerintah Tiongkok. Ke-28 proyek itu ditawarkan saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kedua The Belt and Road Initiative atau Jalur Sutra pada April mendatang.

Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor salah satu yang akan dijual sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) Indonesia-China.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, ada empat wilayah strategis yang akan diprioritaskan dalam program The Belt and Road Initiative, yakni Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Bali.

Keempat wilayah itu dipilih berdasarkan pertimbangan geografis. Wilayah yang dinilai memiliki keunggulan dan keunikan masing-masing yang memiliki daya tarik investor Tiongkok.

“Pemilihan wilayah ini sejalan dengan misi pemerintah membangun dari pinggiran,” kata Lembong, kemarin.

Dari ke-28 proyek yang ditawarkan ke Tiongkok tidak semuanya berada di empat wilayah tersebut. Pemerintah juga menyiapkan delapan proyek yang berada di wilayah lain.

Antara lain, kawasan ekonomi khusus Indonesia-China di Jonggol, Jawa Barat, Coal Fired Power Plant (CFPP) berkapasitas 2×350 Mw di Celukan Bawang, Bali, Pembangkit listrik skala menengah di berbagai lokasi di Pulau Jawa, Mine mouth Coal Fired Power Plant (CFPP) Kalselteng 3 berkapasitas 2×100 Mw dan Kalselteng 4 berkapasitas 2×100 Mw, Kalimantan Tengah, dan kolaborasi
internasional Meikarta Indonesia-China.

Meski masuk proyek strategis, BKPM belum menjelaskan detil mengenai puluhan proyek tersebut. Begitu juga dengan rencana KEK Indonesia-China di Jonggol.

Kabarjitu pun mencoba mengonfirmasi hal ini kepada Bupati Bogor Ade Yasin. Sebagai pemilik wilayah, Ade mengaku justru baru mengetahui informasi itu dari media.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor juga tak ada rencana pembangunan kawasan ekonomi khusus di Jonggol.

“Justru saya belum tahu (KEK Indonesia-China di Jonggol). Makanya untuk detilnya seperti luasan dan lain-lain saya tak tahu,” aku Ade.

Senada juga diutarakan Kabid Perencanaan Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Badan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda Litbang) Kabupaten Bogor, Ajat Rohmat Jatnika.

Rencana itu tidak melibatkan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Bumi Tegar Beriman. “Itu programnya pemerintah pusat,” akunya.

Rencana pemerintah pusat menjadikan Jonggol, Jawa Barat sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia – Cina (KEK) cukup beralasan. Mengingat, kawasan yang berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta dan Bekasi itu masih jauh tertinggal. Pengelolaan potensi yang ada pun belum termaksimalkan.

Kabarjitu, sedikit mengulas pontensi alam yang berada di wilayah timur Kabupaten Bogor itu.
Dari sektor bidang pertanian, Jonggol menjadi salah satu kawasan produktif pertanian. Data dari kecamatan Jonggol, menyebutkan sedikitnya ada empat tanaman yang jadi komoditas unggulan seperti padi, jagung, kedelai juga buah durian.

Kalau dilihat secara geografis Jonggol itu punya sumber daya alam terutama dari areal yang belum dimanfaatkan, kata Kasi Pemerintah Kecamatan Jonggol Gogo Badaruddin, saat ditemui di ruangannya, Selasa (2/4).

Dia mengaku belum mengetahui secara teknis proyek KEK Indonesia-China di Jonggol. Dia menilai program tersebut langsung dari pemerintah pusat.

Itu programnya Meski baru wacana, jika pertanian di Jonggol terkelola dengan baik, kawasan ini bisa menjadi sentral agrobisnis.

Hal itu, kata Badaruddin, dilihat dari mayoritas mata pencaharian warga Jonggol sebagai tengkulak dibidang pertanian.

Saat panen tiba, warga menjadi penjual hasil pertanian mereka. Tapi belum ada wadah yang mengakomodasi. Mereka lebih memilih menjual hasil taninya sendiri dan ini potensi agro bisnis yang belum termaksimalkan. Ini, apapun yang menjadi kebijakan pemerintah jika itu menguntungkan dan membawa perubahan untuk Jonggol masa iya tidak didukung,” ungkapnya. (Yad)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password