Beginilah Cara Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Bekasi

Kabarjitu/eva

BEKASI (kabarjitu): Kekeringan lahan akibat kemarau mulai nampak di beberapa wilayah di Indonesia, tak terkecuali di beberapa kecamatan di Kabupaten Bekasi. Agar tidak tidak sampai menyebabkan gagal panen,

Ketua Tim Penanggungjawab Upaya Khusus (Upsus) Swasembada Padi Jagung dan Kedelai (Pajale) Provinsi Jawa Barat, Ali Jamil melakukan beberapa langkah antisipasi.

“Kemarau ini merupakan siklus tahunan yang akan kita tanggulangi bersama. Jadi, jangan sampai para petani terkendala dalam berproduksi. Karena bisa berpengaruh terhadap pendapatan mereka dan juga pasokan beras nasional,” katanya usai meninjau lahan percepatan tanam di wilayah Kodim 0509/ Kab. Bekasi, Minggu (16/06/2019).

Menurutnya, kekeringan yang diakibatkan hujan tak kunjung turun, sehingga pasokan air dari irigasi berkurang. Oleh sebab itu, timnya melakukan peninjaun sawah di Kampung Pule Warung Seri Karang Setia, Kab. Bekasi. Sawah seluas 100 hektar (ha) itu telah siap panen.

Dia menjelaskan, saat ini luas baku sawah di Kab. Bekasi adalah 48.382 ha. Standing crop 3 bulan terakhir sekitar 28.231 ha sehingga potensi lahan tersedia untuk bulan Juni sekitar 20.151 ha.

“Dengan demikian, untuk target dan sasaran tanam bulan Juni diharapkan minimal 15.000-an an ha dengan sisa lahan yang tidak tersedia airnya. Untuk itu, kami mendorong petani untuk melakukan percepatan tanam di musim gadu,” ungkapnya.

 

Kurangnya suplai air pada musim gadu yang menjadi kendala agar dikoordinasi dengan semua pihak

Sementara untuk melakukan
normalisasi saluran irigasi akibat musim kemarau, khususnya di desa itu memang menjadi kendala. Namun, dapat segera diatasi menggunakan beko Brigade alsintan. “Jangan ditunda, lalukan segera agar petani dapat terus berproduksi,” tegasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password