Sumatra Barat Jadi Tuan Rumah Penas 2020

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Indonesia kembali digelar pada 20-25 Juni 2020 mendatang. Penas ke XVI ini akan dipusatkan Sumatra Barat (Sumbar), tepatnya di Kelurahan Aie Pacah Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang. Rencananya, kegiatan ini akan dihadori oleh 50.000 orang.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang berkumpul dan bersilahturahmi bagi para kontak tani, nelayan dan petani hutan untuk saling memperlihatkan pencapaiannya selaku pelaku utama dalam pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan.

“Kami berharap, penyelenggaraan kegiatan mendatang bisa sukses seperti kegiatan sebelumnya yang digelar di Aceh. Sehingga pera petani dan nelayan akan semakin besar,” katanya usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penas ke XVl di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (20/05/2019).

Dia menjelaskan, kegiatan 3 tahunan ini diadakan dalam rangka membangkitkan semangat, tanggungjawab serta kemandirian petani nelayan dan petani hutan dalam meningkatkan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan. Sehingga terjalin komunikasi dua arah antara  petani nelayan dan petani hutan dengan pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan program yang terkait dengan pembangunan pertanian.

“Jadi ini merupakan wahana bagi para petani nelayan dan petani hutan seluruh Indonesia untuk melakukan konsolidasi, pengembangan diri. Selain itu juga bertukar informasi, apresiasi, kemitraan dan promosi hasil pertanian, perikanan dan kehutanan yang diselenggarakan secara teratur dan berkelanjutan,” tegas Amran.

Sementara itu, Ketua Umum Kelompok Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA), Winarno Tohir memaparkan alasan penetapan Sumbar sebagai tuan rumah pada 2020. Hal itu merupakan kesepakatan yang dilakukan oleh petani dan nelayan. Disamping itu, pemerintah Sumbar juga telah menyampaikan kesiapan terkait acara nanti.

“Oleh sebab itu, kami meminta seluruh petani dan nelayan yang ikut dalam kegiatan di Aceh bisa memperbaiki usaha taninya lebih cerdas dan memulai pertanian yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Jadilah pelopor pertanian dan nelayan di wilayah sendiri,” pungkasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password