Stunting Masih Jadi Masalah Kesehatan di Indonesia

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Saat ini, Indonesia sedang mengalami perubahan pola penyakit. Tandanya, dengan beban ganda masalah gizi, tingginya angka stunting, dan obesitas secara bersamaan. Selain itu, meningkatnya kematian atau kesakitan, akibat penyakit tidak menular (PTM), seperti stroke, jantung, dan diabetes.

“Dari hasil Riset Kesehatan Dasar 2018 menunjukan 30,8 persen atau sekitar 7 juta balita menderita stunting. Sedangkan, 8 persen lainnya mengalami obesitas. Sementara itu, PTM cenderung terus meningkat, terutama penyakit katastropik yang saat ini menjadi beban berat bagi pelayanan kesehatan,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M. Faqih kepada kabarjitu.com di Sekretariat PB IDI Jakarta, Senin (21/05/2019).

Diakui Daeng, sejumlah persoalan serius tersebut kini masih menjadi tantangan dan pekerjaan rumah dalam dunia kedokteran dan kesehatan di Indonesia. Sehingga harus segera diatasi, tidak hanya oleh profesi kesehatan tetapi juga
seluruh bangsa.

“Apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat, masalah kesehatan akibat stunting dan PTM akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan penuaan struktur penduduk. Selain itu, faktor resiko pemicu penyakit juga akan meningkat, seperti pola makan yang tidak seimbang, merokok dan stres,” tegas Daeng.

Menurutnya, pergeseran pola penyakit ini memberikan beban tersendiri untuk pembiayaan kesehatan dan kematian akibat PTM. Karena diprediksi pembiayaan kesehatan tersebut akan mengalami peningkatan. Apalagi, meningkatnya kasus PTM sudah terbukti menambah beban pemerintah dan masyarakat. Karena penanganannya membutuhkan biaya yang besar dan teknologi yang tinggi.

“Memang tidak mudah menurunkan resiko penyakit katastropik akibat gaya hidup yang tidak sehat. Apalagi, perbaikan lingkungan dan perubahan prilaku ke arah yang lebih sehat belum dilakukan secara sistematis dan terencana oleh semua komponen masyarakat. Untuk itu, upaya promotif dan preventif untuk hidup sehat menjadi pilihan mutlak dalam mewujudkan tingkat kesehatan yang lebjg baik,” pungkas Daeng. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password