SNI Baja Diperlukan untuk Keselamatan Konsumen

Kabarjitu/eva

 

JAKARTA (kabarjitu): Pemerintah saat ini sedang gencar melaksanakan proyek infrastruktur. Beberapa wilayah Indonesia yang rawan gempa pun menuntut tersedianya produk baja yang lulus uji, sesuai persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI). Oleh sebab itu, Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus mendorong industri baja menerapkan SNI.

 

“SNI baja sangat penting karena produk ini sangat berkaitan dengan keselamatan konsumen. Makanya, SNI untuk baja diwajibkan dan harus di-review setiap 5 tahun sekali mengikuti perkembangan iptek,” kata Deputi Bidang Akreditasi BSN, Kukuh S. Achmad kepada kabarjitu.com, di Kantor BSN, Jakarta, Jumat (03/05/2019).

Dia menjelaskan, peran pihaknya dalam perlindungan konsumen, dilakukan melalui perumusan SNI. Karena baja merupakan salah satu dari sekian produk yang beredar di pasar yang wajib ber-SNI.

“Kewenangan kami adalah memfasilitasi stakeholder dalam merumuskan SNI. Setelah ditetapkan, maka SNI bersifat sukarela. Kementerian bisa mengadopsi SNI menjadi regulasi jika melalui analisisnya SNI tersebut benar-benar menyangkut keselamatan konsumen,” ungkapnya.

Sementara itu, Bagian Standards & Certifications The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), Basso D. Makahanap mendukung industri baja menerapkan SNI. Baginya, industri baja merupakan salah satu industri hulu dalam perekonomian. Bahkan, menjadi penopang bagi industri lain serta mendukung sektor konstruksi dan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Penggunaan baja untuk konstruksi mencapai 78 persen dari seluruh konsumsi baja Indonesia. Bahkan, potensi demand baja nasional sangat besar. Tak heran, konsumsi baja nasional setiap tahun terus mengalami peningkatan dan diikuti oleh volume impor baja yang juga masih cukup tinggi dengan pangsa pasar mencapai 52 persen,” tegasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password