Petani Masih Butuh Pupuk Bersubsidi

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Alokasi pupuk bersubsidi tahun 2019 ini sama dengan 2018, yakni 9,55 juta ton. Tapi, dari alokasi itu, diblokir sebanyak 676.000 ton. Jadi, sesuai Permentan, alokasi pupuk bersubsidi 2019 hanya sebesar 8,847 juta ton.

 

“Padahal, pupuk bersubsidi diberikan kepada para petani untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Sehingga Kementerian Pertanian (Kementan), seharusnya menjamin kesediaan pupuk bersubsidi, sesuai harga eceran tertinggi (HET),” kata Direktur Pupuk dan Pestisida Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementan, Muhrizal Sarwani kepada kabarjitu.com, pada Forum Diskusi bertema, “Kepastian Petani Mendapatkan Pupuk Bersubsidi”, di Jakarta, Kamis (02/05/2019).

Dia menjelaskan, pupuk yang disalurkan antara lain, Urea, SP-36, NPK, ZA dan pupuk organik. Karena jumlahnya yang terbatas, maka petani harus bisa memanfaatkan sebaik mungkin. Selain itu, petani juga bisa memanfaatkan pupuk organik untuk memulihkan kondisi lahan.

“Walau ketersediaan pupuk bersubsidi masih kurang, tapi kalau tidak disediakan, petani bisa ngamuk. Sebenarnya, pupuk bersubsidi yang dibutuhkan sebanyak 12 juta ton. Namun yang disediakan hanya 8,847 juta ton,” tegasnya.

Sementara itu, Senior Vice Presiden Distribusi PT Pupuk Indonesia, Jajat Sudrajat menambahkan, pupuk bersubsidi hanya untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani. Selain itu, untuk mendapatkan pupuk bersubsidi kelompok tani juga harus menyusun rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

“Kami hanya menjalankan tugas dari pemerintah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi, sesuai dengan alokasi yang sudah ditetapkan. Untuk pendistribusian pupuk sesuai prinsip 6 Tepat, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat mutu, dan tepat harga,” jelasnya.

Sesuai ketentuan Kementan, lanjut Jajat, pihaknya diwajibkan menyimpan stok sampai menuhi kebutuhan 2 minggu ke depan. Tapi, praktek di lapangan, pihaknya menyiapkan stok setara dengan stok untuk satu bulan ke depan.

“Hal itu kami lakukan untuk mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam,” imbuhnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password