Pengurus ILO Desak Bentuk TGPF Kematian Petugas KPPS

istimewa

JAKARTA (kabarjitu): Sebagai seorang pengurus pusat International Labour Organization (ILO), lembaga perburuhan internasional di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Said Iqbal meminta Pemerintah dan DPR RI untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) atas meninggalnya 554 orang petugas KPPS.

 

Mereka tewas saat melaksanakan tugas negara. Yakni melakukan pemungutan dan penghitungan suara pada Pilpres dan Pileg 2019.

“Ini merupakan tragedi kemanusiaan dan hak asasi manusia. Karenanya harus disuarakan dengan keras di negara yang menganut sistem demokrasi,” kata Iqbal melalui siaran persnya yang diterima kabarjitu, Jumat (10/5/2019).

Sebagai tokoh buruh dunia yang juga sebagai Presiden KSPI, Said Iqbal menyampaikan 3 hal yang mendasari pentingnya dibentuk TGPF.

Pertama, jumlah orang yang meninggal banyak sekali. KPU mengumumkan, mencapai 554 orang. “Ini adalah tragedi kemanusiaan, karena sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini,” tandasnya.

Menurut Iqbal, di negara-negara Eropa, misalnya di Brussel dan Paris, ketika ada yang meninggal puluhan orang saja, masyarakat sipil dan buruh sudah meneriakkan #SaveBrussel dan #SaveParis.

“Dengan jumlah kematian yang mencapai 554 orang, wajar jika gerakan buruh dan masyarakat sipil lainnya menyerukan #SaveIndoensia,” kata Iqbal.

Kedua, faktanya korban meluas dan terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Sehingga perlu diselidiki secara independen. Apa yang sesungguhnya terjadi?

Ketiga, jangan menyederhanakan masalah dengan mengatakan, mereka meninggal dunia karena faktor kelelahan. “Karena itu, perlu adanya visum et repertum dan autopsi dari lembaga yang berkompeten,” tandas Iqbal.

Said Iqbal mendesak, agar TGPF dibentuk minggu ini, supaya hasil autopsi dan visum et repertum segera didapat. Sehingga lebih mudah menganalisa faktor kematiannya.

Iqbal menyarankan, anggota TGPF untuk Kematian KPPS terdiri dari unsur Ikatan Dokter Indonesia (IDI), unsur Komnas HAM, unsur Bawaslu, unsur akademisi, unsur masyarakat sipil atau serikat buruh.

“TGPF jangan melibatkan lembaga negara, partai politik, atau tim pemenangan Capres. Sehingga terbebas dari kepentingan. Diharapkan memberikan dampak positif bagi kemaslahatan bangsa dan negara,” tegasnya.

Jika usulan ini tidak ditanggapi, KSPI akan menyerukan aksi besar-besaran di seluruh wilayah Indonesia oleh serikat buruh. Tujuannya, mendesak pemerintah dan DPR, agar mengusut tuntas kematian ratusan orang petugas pemilu ini.

“Ini bukan persoalan siapa Capres yang akan menang. Ini lebih pada tragedi kemanusiaan,” tegasnya.(ram)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password