Kementan Temui Otoritas Karantina Sarawak

Kabarjitu/eva

 

KUCHING (kabarjitu): Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong ekspor produk pertanian di daerah perbatasan. Salah satunya, Badan Karantina Pertanian (Barantan) melakukan harmonisasi aturan perkarantinaan antara Indonesia dan Sarawak, Malaysia, terkait lalu lintas komoditas pertanian di perbatasan.

“Ada 2 hal penting yang kami bahas, yakni harmonisasi aturan untuk membuka akses pasar dan kerjasama joint inspection,” kata Kepala Barantan Ali Jamil, saat lakukan audiensi ke Kantor Ibu Pejabat Pertanian di Kuching, Sarawak, Senin (20/05/2019).

Menurutnya Indonesia memiliki potensi produk pertanian yang sangat besar untuk tanaman pangan dan hortikultura. Apalagi, pasar di Sarawak sangat menjanjikan karena sebagian besar penduduknya hanya berbudidaya perkebunan. Sehingga untuk kebutuhan sehari-hari sangat membutuhkan sayuran, buah, beras dan produk ternak.

“Kami bersama pihak Konsulat Jendral (Konjen) secara aktif melakukan promosi, diantaranya mengundang pelaku usaha asal Sarawak untuk hadir pada pameran dagang Trade Indonesia Expo dan Inacraft,” tegasnya.

Dia menjelaskan, peluang pasar ekspor pertanian Indonesia ke Malaysia melalui pos lintas batas harus bisa dimanfatkan. Sehingga daya saing komoditas pertanian Indonesia di pasar internasional juga meningkat. Pos lintas batas negara merupakan peluang ekspor komoditas pertanian yang bernilai ekonomis tinggi. Oleh sebab itu, harus bisa dipertahankan dan terus ditingkatkan. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password