Kementan Ancam Cabut Izin Edar Pupuk yang Bermasalah

Kabarjitu/eva

 

JAKARTA (kabarjitu): Kementerian Pertanian (Kementan) akan mencabut izin edar pupuk dan pestisida, jika terbukti memalsukan dan mencampur bahan berbahaya.

Karena itu, pendaftaran pupuk dan pestisida merupakan salah satu fungsi pengawasan. Tujuannya untuk mengetahui secara langsung, apakah produk tersebut sesuai surat ijin edarnya atau tidak.

“Untuk petisida yang melanggar, langsung kami evaluasi. Apabila, tidak ada konfirmasi dari pabrik atau perusahaan tersebut dalam jangka waktu tertentu, maka surat izin edarnya kami cabut,” kata Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan, Sarwo Edhy kepada kabarjitu.com di Kantor Pertanian, Jakarta, Selasa (21/05/2019).

Begitu juga dengan pupuk, lanjut Sarwo,
jika tidak sesuai dengan kemasan atau tidak memenuhi item-item yang tercantum pada Surat Keputusan Kementan, juga akan dicopot surat izin edarnya.

“Kalau pupuk sudah habis surat izin edaranya, maka harus di perpanjang. Karena pendaftaran ulang jadi salah satu fungsi pengawasan yang kami lakukan. Kalau tidak diperpanjang, maka kami akan cabut surat izin edarnya,” tegas Sarwo.

Diakui, pihaknya tak sembarangan mengeluarkan surat izin edar. Karena, jika ada perusahaan ketahuan menambahkan unsur berbahaya, tanpa melakukan izin atas unsur tersebut dengan menggunakan nomor edar produsen lain. Maka, surat izin edarnya juga segera dicabut.

“Hal yang sama akan kami lakukan untuk pestisida. Apabila ditemukan pemalsuan pestisida, maka produsen yang mengedarkan pestisida akan diberikan pelatihan terbatas. Walaupun jalan keluarnya adalah pemusnaan, tapi biaya pemusnahan lebih besar dari biaya produksi,” tutupnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password