Barantan Sertifikasi Biji Pinang Jambi Sebelum Diekspor

Kabarjitu/eva

 

JAMBI (kabarjitu): Sebanyak 320.260 ton biji pinang asal Jambi mendapat sertifikasi dari Badan Karantina Pertanian. Sertifikat diberikan sebelum diterbangkan ke Thailand dan India.

 

Produk perkebunan senilai Rp9,1 miliar itu biasanya digunakan sebagai bahan baku masakan, kosmetik, permen, dan obat-obatan.

“Sebelum memberikan sertifikasi aman, kami periksa komoditas tersebut sebagai tindakan karantina. Sehingga biji pinang yang akan diekspor memenuhi syarat sanitary dan phytosanitary (SPS) atau persyaratan kesehatan dari negara mitra dagang,” kata Kepala Barantan, Ali Jamil, usai melepas ekspor komoditas tersebut di Pelabuhan Talang Duku, Jambi, Senin (13/05/2019).

Dia menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terhadap dokumen dan fisik. Juga untuk memastikan komoditas tersebut bebas hama dan penyakit. Jika ditemukan hama, maka dilakukan tindakan karantina, seperti fumigasi atau tindakan karantina lainnya guna mengeliminasi hama tersebut.

“Agar tidak ditolak saat tiba di negara tujuan. Apalagi, biji pinang penyumbang ekspor terbesar kedua di bawah komoditas karet. Dari total ekspor komoditas pertanian asal Jambi di tahun 2018, pinang menyumbang sekitar 16,7 persen,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Karantina Pertanian Jambi, Bambang Hesti menambahkan, selain biji pinang, pihaknya juga mengekspor cangkang sawit sebanyak 3.700 ton senilai Rp5,6 miliar dengan tujuan Thailand. Selain itu, ada juga kelapa bulat sebanyak 27 ton senilai Rp378 juta dengan tujuan Pakistan.

“Lalu, ekspor komoditas pertanian asal Jambi di tahun 2018 mencapai total nilai Rp3,95 triliun. Adapun komoditas unggulan, di antaranya cangkang sawit, biji pinang, karet lempengan, minyak kelapa dan kayu olahan. Komoditas tersebut diekspor ke Jepang, Thailand, Korea Selatan, India dan Malaysia,” ulas Bambang.
(eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password