17 Oktober Sertifikat Halal Produk Makanan Jadi Mandatori

Kabarjitu/eva

 

JAKARTA (kabarjitu): Pemerintah akan segera memberlakukan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, per 17 Oktober 2019 mendatang. Dari implementasi UU tersebut dihasilkan rekomendasi mengenai Mandathori Sertifikasi Halal untuk semua produk makanan yang beredar di Indonesia.

“Menjadi mandatori artinya sebagai sebuah perintah atau keharusan yang harus dipenuhi oleh pemilik usaha makanan dan minuman, catering, kemasan kue dan lainnya, jika dilangar akan dikenakan sanksi hukum,” kata Direktur LPPOM MUI, Lukmanul Hakim kepada kabarjitu.com di Jakarta, Senin (27/05/2019).

Dia menjelaskan, sertifikat halal itu untuk memberikan keamanan bagi konsumen. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau pemilik usaha makanan perlu segera mengurus sertifikasi halal. Karena selain diamanatkan oleh UU tersebut, produk usaha makanan yang telah memiliki sertifikasi halal, juga akan diuntungkan dengan adanya permintaan yang terus bertambah.

Mengenai biaya pengurusan sertifikat halal, tambahnya, menjadi tanggungjawab pemilik usaha. Pihaknya
tidak mendapat subsidi dari pemerintah. Sedangkan, untuk biaya operasional hingga cetak sertifikat yang berlaku hingga 2 tahun serta pencantuman label biayanya dikenakan pada pelaku usaha (UKM).

“Kami sebagai organisasi non pemerintah (independen), maka biaya pengurusan sertifikat halal untuk UKM sebesar Rp1,5 juta dan Rp4 juta ditetapkan bagi perusahaan terkait,” tegasnya.

Dia menyebutkan, saat ini di Indonesia UMKM ada sebanyak 36 juta yang bergerak di bidang usaha pangan. Dari jumlah itu, baru ada sekitar 5 persen atau 1,5 juta UMKM yang sudah mengurus sertifikat halal ke pihaknya.

“Bagi para pelaku UMKM dapat memperoleh sertifikat halal dengan cara mendaftarkan produk mereka ke kami. Kemudian, dari kami akan melakukan survei ke lapangan secara langsung untuk memeriksa produk tersebut. Setelah itu, baru diterbitkan nomor dengan 14 digit, keterangan daerah, kelompok produk, serta bulan dan tahun mulai diterbitkan sertifikat halalnya. Label tersebut wajib ditampilkan di kemasan produknya,” paparnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password