‘Perang Total’ itu Ternyata Kecurangan Masif

istimewa

 

By Syarif Hidayatullah*

PESTA Demokrasi tahun 2019 ini menjadi ajang kecurangan dan kelicikan. Sejak awal pra-pesta digelar, aroma busuk kecurangan sudah tercium. Menyengat sampai ke kerongkongan. Pemandangan kelicikan sudah jelas di pelupuk mata. Perih terlihat hingga memerahkan mata.

 

Sejak gong kampanye ditabuh, sejak itu pula kecurangan dan kelicikan mulai bergentayangan. Jumlah DPT sumir, banyak nama yang digandakan, banyak nama China di e-KTP Aspal, banyak e-KTP tercecer di jalanan, sampai membanjirnya orang-orang China menyerbu Indonesia. Luar biasa..!!

Beruntung, upaya kecurangan yang dilakukan para pengkhianat bangsa itu bisa dianulir. Mungkin, mereka bisa memanipulasi data, administrasi, dan angka. Tapi tidak bisa memanipulasi nurani anak-anak bangsa.

Kekuatan Maha Dahsyat melakukan intervensi terhadap kecurangan. Nurani anak-anak bangsa serentak bergerak memberikan dukungan di luar kemampuan nalar. Jumlah massa yang tak biasa, hadir berdesakkan memberikan energi besar terhadap Capres-Cawapres 02 saat berkampanye.

Sebaliknya, di pihak Capres-Cawapres 01, kehadiran massa bisa dihitung jari. Bahkan, puluhan mata kamera merekam keculasan. Bagi-bagi amplop berisi uang Rp50.000 – Rp100.000 pun tayang di seantero dunia maya. Memalukan..!!

Jelas.., ini adalah pemandangan yang sangat kontradiksi. Di Paslon 02, bukan uang yang diterima massa, tapi massa yang memberi. Mereka sumbangkan apa yang mereka miliki, karena harapan perubahan.

Bahkan, substansi kampanye bermuatan shalat berjamaah, munajat, dan doa. Sholawat bergema di langit arena.

Sebaliknya, di Paslon 01, tak tampak shalat, tak terdengar munajat. Yang terdengar adalah nyanyi-nyanyi. Yang terlihat adalah joget-joget.

Saat Pemilihan
Jelang Pemilihan berlangsung, keluar statemen kepanikan dari kubu Paslon 01. “Perang Total”. What…?? Ya, itu kepanikan yang nyata. Mereka gelisah dengan fakta yang ada. Mereka risau dengan jumlah massa di 02.

Ternyata benar, teriakan perang total pun mereka lakukan. Kamera telepon seluler anak-anak bangsa yang peduli, merekam gerilya perang total itu. Mereka mulai mencoblos kertas-kertas suara sebelum waktu Pemilihan digelar.

Rupanya, tindakan biadab itu sangat masif. Tidak hanya dilakukan di Malaysia, tapi juga dilakukan di sejumlah daerah di Tanah Air.

Saat pencoblosan mulai digelar, sejumlah fakta terungkap. Begitu banyak kertas suara yang sudah berlubang, tepat di gambar Paslon 01. Protes tak dihiraukan panitia pelaksana pemilu.

Perang total juga dilakukan sejumlah petugas KPPS di sejumlah daerah. Para calon pemilih tak bisa menggunakan hak pilihnya. Alasannya, kuota habis. Bahkan di beberapa daerah di negara Arab, terjadi “pemboikotan” terhadap pemilih.

Cukupkah Perang Total itu?
Tidak..!! Mereka terus melakukannya. Settingan quick count oleh lembaga survey bayaran terus disajikan di televisi. Seolah Paslon 01 menang atas 02.

Quick Count abal-abal itu sengaja mereka rilis untuk membentuk opini publik, agar hasil akhir yang curang, bisa dilegalkan tanpa perlawanan. Mereka lupa, ini bukan jaman batu. Ini jaman 4G dan medsos. Semua orang bisa memantau. Bahkan, masih banyak lembaga survey yang bernurani.

Melalui data lembaga suvey bernurani itu, semua data quick count abal-abal bisa dipatahkan. Data quick count lembaga bernurani justru menyajikan kemenangan untuk Paslon 02. Dasarnya jelas, yakni Form C1.

Melalui Form C1 inilah, kemenangan hakiki akan jelas terkuak. Bukan kemenangan semu yang didramatisir. Apalagi, foto-foto Form C1 yang beredar di seantero medsos, umumnya memperlihatkan kemenangan Paslon 02. Angkanya pun cukul telak.

Tak cukup sampai di situ, kecurangan pamungkas yang akan mereka lakukan adalah dengan meretas Sever KPU. Para hacker bayaran dari dalam dan luar negeri akan terus menyerang. Tujuannya, mengubah angka untuk kemenangan Paslon 01.

Anak-anak bangsa yang berhati nurani tentu ikut berjuang. Para ahli IT menjadi tentara-tentara dunia maya, untuk menghalau para hacker bayaran. Para netizen, juga berjuang berbagi informasi yang sebenarnya.

Jangan lupa, semua perjuangan itu kita iringi dengan doa. Semoga Allah SWT menurunkan makar dahsyatnya untuk para pelaku kejahatan pemilu ini. Aamiin.

 

Penulis adalah wartawan senior.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password