Minyak Buah Merah Andalan Ekspor Papua Barat

Kabarjitu/eva

SORONG (kabarjitu): Buah merah yang merupakan buah khas Papua, ternyata berpotensi ekonomi. Salah satu produk olahan buah ini berupa minyak yang harga jualnya untuk ekspor mencapai Rp1,4 juta per liter. Sementara harga jual buah segar hanya Rp20.000 – Rp50.000 per buah.

Tingginya potensi harga jual dalam bentuk minyak ini, merupakan peluang bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan.

Salah seorang pelaku usaha minyak buah merah di Papua, Gunawan mengatakan, permintaan minyak buah merah memang tinggi. Permintaan tidak saja datang dari domestik, tapi juga pasar global. Di antaranya, Korea Selatan dan Amerika Serikat. Peluang buah merah untuk diekspor sangat terbuka

“Kami bisa mengirimkan minyak buah merah ke Jakarta sebanyak 1 ton. Bahkan, sekarang kami sedang menjajaki pasar di Korea Selatan dengan volume sekitar 20.000 liter. Apalagi, kini bisa diekspor langsung dari Sorong,” katanya usai deklarasi dorong ekspor komoditas pertanian unggulan asal Papua Barat, di Kota Sorong, Selasa (16/04/2019).

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Janil berjanji akan mendukung petani buah merah dan pengusaha minyak buah merah. Sehingga potensi buah merah dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat secara optimal. Apalagi, buah merah sebagai komoditas wajib yang harus diperiksa petugas Karantina.

“Kami akan selalu memberikan dukungan untuk pengembangan komoditas yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan buah lokal yang berpotensi melalui kegiatan peningkatan nilai tambah dan daya saing ke depannya menjadi salah satu perhatian kami”, tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Karantina Pertanian Sorong, Wayan Kertanegara menjelaskan, dari data otomasi, IQFAST di wilayahnya selama Januari hingga April 2019, lalulintas buah merah dari Sorong sebanyak 3,2 ton dalam bentuk buah dan 13 liter dalam bentuk minyak.

“Kami akan segera lakukan koordinasi dengan instansi terkait agar komoditas tersebut dapat langsung diekspor dari Sorong,” pungkasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password