Indonesia Ajak Belanda Danai Riset Pendidikan

Kabarjitu/eva

 

JAKARTA (kabarjitu): Netherlands Organisation for Scientific Research (NWO) dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Indonesia menggelar seminar dan workshop bertajuk “Working towards Resilient Societies”. Seminar ini merupakan kick off dari kerjasama pendanaan riset Indonesia-Belanda yang akan dimulai pada 2019 hingga 2026.

Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti, Ocky Karna Radjasa, mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan riset dan pengembangan teknologi. Salah satunya dengan kerjasama internasional.

“Diharapkan, kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas output penelitian dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sehingga joint research kedepannya bisa lebih baik dari sisi penyelenggaraannya maupun target impact- nya,” kata Ocky di Jakarta, Jumat (26/04/2019).

Sementara itu, Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl berharap agar pengaktifan kegiatan riset dapat berdampak pada semakin baiknya kualitas pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, perwakilan dari NWO, Cora Govers menambahkan, dampak riset di masyarakat tidak dapat terjadi secara otomatis. Oleh sebab itu, peneliti harus melibatkan para pihak terkait sejak awal.

Dia menjelaskan, pada Desember 2018, pihaknya dan Kemenristekdikti Indonesia memutuskan untuk mendanai 6 proyek riset dalam program kerja sama Indonesia dan Belanda. Fokus dari proyek transdisipliner ini tertuju pada ketahanan pangan, pengelolaan air, dan supremasi hukum dalam kerangka masyarakat. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password