BSN Dukung Konsep Masyarakat 5.0

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Kita baru saja memasuki era industri 4.0. Tak heran, banyak industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin, dan data atau Internet of Things (IoT).

 

Sehingga dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat juga perlu diantisipasi, salah satunya dari sisi standarisasi. Apalagi, inovasi teknologi digital seperti saat ini membuat Jepang berencana menciptakan “super-smart society” atau Society 5.0

Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN), Bambang Prasetya mengatakan, peran standardisasi dalam perkembangan peradaban manusia tidak bisa dipungkiri. Apalagi, standarisasi ada sejak peradaban manusia itu ada, maka perkembangan standarisasi akan selalu berjalan beriringan dengan perkembangan peradaban.

“Standardisasi akan selalu menjadi flatform bagi kehidupan manusia. Bisa dibayangkan, apabila standardisasi ini tidak ada. Apalagi kemajuan teknologi yang begitu cepat, bahkan generasi sekarang sudah berubah, mulai dari society 1.0 sampai society 5.0,” katanya kepada kabarjitu.com usai membuka Seminar Standardization in a Living “Society 5.0” di Jakarta pada Rabu (27/03/2019).

Dia menjelaskan, saat ini ada 223 Standar Nasional Indonesia (SNI) yang mendukung revolusi industri 4.0. Sementara itu, untuk mendukung konsep masyarakat 5.0, ada 504 SNI. Standar tersebut, diantaranya menyangkut keamanan informasi, record management, logistik, dan infrastruktur.

“Untuk menjamin mutu, keselamatan, dan kemananan dalam menggunakan teknologi inovasi, penerapan SNI menjadi sangat penting. Tanpa standar dalam menggunakan teknologi inovasi tersebut, produk atau sistem tersebut tidak bisa bekerja secara selaras. Apalagi kaitannya dengan data dan informasi, misalnya drone, robot, keamanan informasi yang melibatkan big data dan smart city,” ungkapnya.

Oleh karena itu, lanjut Bambang, melalui seminar kali ini diharapkan bisa dirumuskan strategi pengembangan standardisasi dalam menghadapi era society 5.0. Karena teknologi tersebut adalah wahana yang tepat bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi, dan menjalin kerjasama yang positif yang pada akhirnya dapat tersusun kebijakan strategis standardisasi dalam menyongsong era society 5.0. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password