Surat Ahmad Dhani, “Saya Korban Penetapan Hukum yang Ngaco”

istimewa

KABARJITU: Musisi yang juga politisi Ahmad Dhani, menulis surat yang ditujukan kepada selurih media nasional. Surat tersebut ditulis di Rutan Madaeng, Surabaya, Jawa Timur dan menyebar di media sosial sejak Rabu (13/2/2019) malam.

 

Kabarjitu mengutip utuh tulisan surat tersebut melalui akun Facebook milik Djoko Edhi Abdurrahman.

*SURAT AHMAD DHANI*

Surat kepada seluruh media nasional

Selama 14 hari ini telah terjadi salah persepsi soal pemberitaan Ahmad Dhani di Penjara.
Perlu saya luruskan kembali,
Bahwa saya, Ahmad Dhani tidak dipenjara karena menjalani VONIS 1,5 TAHUN.
Saya, Ahmad Dhani *Ter PENJARA* karena *PENETAPAN PENGADILAN TINGGI YANG MENETAPKAN SAYA DI PENJARA 30 HARI.*
Tolong ini di GARIS BAWAHI.

Kami melakukan upaya BANDING atas VONIS PENGADILAN NEGERI , maka seharusnya nya saya tidak di tahan seperti LAZIM nya
Contoh nya dalam Kasus Buni Yani yang di eksekusi di tingkat KASASI .

Jadi tolong media tanyakan kepada PENGADILAN TINGGI,
*1. Kenapa saya di tahan selama 30 hari ?*
*2. Kenapa harus 30 hari ?*
*3. Kenapa yang lain nya ketika Banding tidak di tahan , kok saya di tahan 30 hari?*

*Lalu di hari yang sama keluar KETETAPAN BARU yaitu*

AHMAD DHANI DI PINDAH KE RUTAN MEDAENG HINGGA PERSIDANGAN SELESEI.

Menurut saya ini adalah KETETAPAN YANG TIDAK LAZIM karena saya bukan
PEMBUNUH
PERAMPOK
TERORIS
KORUPTOR

demikianlah surat ini saya buat semoga ada PEMBERITAAN YANG JERNIH

Terima kasih
Ahmad Dhani

Ditulis di Rutan Medaeng Surabaya

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password