Ungkit Pelanggaran HAM Prabowo, Memercik Air di Dulang, Korek Borok Sendiri

istimewa

SESUNGGUHNYA, mengungkapkan kasus pelanggaran HAM Semanggi, berarti membuka borok sendiri. Pasalnya, kambing yang dituduh itu tidaklah hitam. Karena memang, serigala itu selalu ada di dalam lingkar kekuasaan.

Dalam peristiwa penembakan yang terjadi pada 24 Mei 1999 silam itu, kambing hitamnya adalah Prabowo Subianto. Menantu Presiden Soeharto itu dituding sebagai otak penembakan yang menewaskan seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Yap Yun Hap.

Kenapa Prabowo sebagai kambing hitamnya? Tentu saja, karena posisi Prabowo ketika itu sangatlah strategis untuk dijadikan kambing hitam. Selain sebagai Komandan Kopassus, dia juga menantu Presiden Soeharto yang jadi sasaran amuk mahasiswa yang berdemonstrasi.

Ketika itu, Prabowo sendiri sebagai bawahan Wiranto, yang menjabat Panglima TNI. Dan, skenario kambing hitam itu memang berhasil dipropagandakan. Sebagian besar publik berpendapat bahwa tembakan kepada Yun Hap tersebut adalah atas perintah Prabowo.

Kasus itu, selalu diungkap dan dikait-kaitkan dengan Prabowo Subianto, jika ia maju sebagai Capres. Artinya, memang ada yang resah dan terus berusaha untuk mempertahankan skenario kambing hitam itu.

Tapi, justru kambing yang sebenarnya tidak hitam itu, bisa diubah menjadi putih, ketika bersanding dengan Megawati Soekarnoputri dalam Pilpres 2009. Dan, anehnya lagi, kambing itu kembali dihitamkan saat ikut dalam Capres, tanpa Megawati. Misalnya, saat bersanding dengan Hatta Radjasa di tahun 2014 dan saat ini ketika bersanding dengan Sandiaga Uno.

Karuan saja, publiknet yang mayoritas berlabuh di Capres-Cawapres 02, Prabowo-Sandi, merasa geram. Pasalnya, selain tidak pernah terbukti secara hukum, juga gorengan yang sudah basi itu terus dipanaskan, sampai menghitam alias gosong.

Karuan saja, tidak ada publik mana pun yang akan menyantap kembali gorengan basi dan gosong.

Melalui akun twitternya, Ronnie Higuchi Rusli (@Ronnie_Rusli) mengungkap fakta mengenai Yap Yun Hap.

Menurut penulusuran informasi, pada tanggal 24 Mei, Presiden Soeharto sudah turun dan Prabowo pun sudah ke Jordania.

Ronnie Higuchi Rusli (@Ronnie_Rusli) juga menyebut bahwa dalang penembakan itu saat ini berada di ‘dalam’.

Hayo anak-anak Suku Tionghoa tanya siapa yang bunuh (tembak mati) Yun Hap Mahasiswa Univ Atmajaya di depan Univ Atmajaya Jl. Semanggi setelah Pak Harto sudah out dan Prabowo tdk berada di Indonesia. Yg perintah ada didalam saat ini

— Ronnie Higuchi Rusli (@Ronnie_Rusli) January 15, 2019

Koreksi tembak mati Mahasiswa FT-UI jurusan elektro didepan Univ Atmajaya.

— Ronnie Higuchi Rusli (@Ronnie_Rusli) January 16, 2019

Membaca fakta ini, warganet lainnya pun berkomentar.

Kejadian th 1999, betul saat itu @prabowo sdh di Jordan.

Thanks infonya bang @Ronnie_Ruslipic.twitter.com/zuA8f3bYcg

— [Bela🇲🇨Negara] -[ANTI 🐸🎃] (@padmaraga_) 16 January 2019

“Waaah pasti ada yang keringet dingin kalo ini diungkap..,” cuit @nayla2009.

“Pak Bibit Wluyo: “belum pernah menemukan jenis peluru yang bersarang di tubuh Yan Yup Han. Sedangkan senjata organik yang dimiliki oleh TNI AD hanya M-16 dan SS, dengan kaliber 5,56 milimeter. Bahkan pistolnya adalah FN 46 dan TNI tidak memiliki senapan jenis Stayer “,” cuit @SerdaduBanten.

sumber: portal islam

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password