Koordinator MPK PB HMI Tolak Pemecatan Saddam

kreasi kabarjitu

JAKARTA (kabarjitu) : Majelis Pengawas dan Konsultasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (MPK PB HMI) menolak pemberhentian Ketua Umum PB HMI R. Saddam Aljihad dari jabatannya sebagai Ketua Umum PB HMI.

 

Penolakan itu menyikapi dinamika yang berkembang belakangan ini, dimana Ketua Umum PB HMI R. Saddam Aljihad diberhentikan dari jabatannya melalui Sidang MPK PB HMI pada 9 Januari 2019.

“Maka dengan ini saya selaku Koordinator MPK PB HMI menyatakan, itu tidak benar, dikarenakan saya selaku koordinator tidak pernah mengundang MPK PB HMI untuk melakukan sidang MPK,” kata Muhammad Safi’i kepada kabarjitu, Jumat, (11/1/2019).

M. Safi’i mengundang Ketua Umum PB HMI pada 26 Desember 2018 untuk hadir di sidang MPK. Pada sidang itu, Ketum PB HMI dimintai keterangannya.

Kemudian, pada 5 Januari 2019, MPK PB HMI melakukan Sidang dengan mengundang Ketua Umum PB HMI R. Saddam Aljihad, Sekjend PB HMI Naila, dan Robby Sahri Cs untuk dimintai keterangan terkait gugatan yang masuk ke MPK.

“Di luar dari tanggal tersebut, saya selaku Koordinator MPK tidak pernah mengundang untuk melakukan sidang MPK. Apabila ada yang mengatasnamakan Sidang MPK tanpa sepengetahuan dan dihadiri oleh Koordinator MPK, maka sidang tersebut tidak sah. Hal itu bertentangan dengan pasal 43 ART HMI yang mengatur tentang struktur, tata kerja, dan Persidangan Majelis Pengawas dan Konsultasi,” papar Safi’i.

Sebagai koordinator MPK, lanjut Safi’i, dirinya menyarankan kepada Ketua Umum PB HMI R. Sadam Aljihad untuk tetap menjalankan aktvitas organisasi dan soal MPK akan diselesaikan secara internal di MPK PB HMI.

“Menghimbau kepada seluruh kader HMI se-Indonesia untuk tetap menjalankan amanah organisasi. Tidak terpengaruh dengan berbagai informasi yang dapat mengganggu internal HMI,” tutupnya. (ari)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password