Kementan Usulkan Aturan Wajib Tanam untuk Importir Kedelai

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Kementerian Pertanian mengusulkan aturan penerapan program wajib tanam untuk importir kacang kedelai. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kedelai dalam negeri yang selama ini kalah dari impor.

 

Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Gatot Irianto mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman untuk membahasnya dalam Rapat Koordinasi Terbatas. Rencananya, aturan itu akan tertuang dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen).

“Ini juga merupakan usulan teman-teman pedagang dan produsen perbenihan yang ingin memiliki ketersediaan kedelai dari dalam negeri. Jangan importir dikasih izin impor, tetapi tidak ada tanggung jawab terhadap produksi dalam negeri. Kami sampaikan bahwa kami setuju,” katanya kepada kabarjitu.com di Kantor Kementan, Jakarta, Jumat (11/01/2019).

Dia mengakui, kualitas produksi kedelai dalam negeri lebih baik daripada hasil impor. Makanya, masih ada beberapa tantangan dalam pengembangan kedelai, apalagi untuk mencapai swasembada. Di antaranya, kesulitan lahan dengan persyaratan ph netral dan kedalaman minimal 20 cm. Kemudian, jumlah hama yang mencapai 29 jenis juga menambah biaya produksi petani.

“Padahal, Indonesia hanya butuh sekitar 2,5 juta hektare (ha) tambahan luas tanam untuk mencapai swasembada. Sehingga persyaratan itu tidak bisa dicapai untuk produksi di luar Pulau Jawa,” ujar Gatot.

Dijelaskan, wilayah yang potensial untuk dikembangkan menjadi sentra produksi kedelai adalah Jawa Tengah, terutama di  Cilacap, Kebumen, Purworejo, dan Grobogan. Selain itu, wilayah Jawa Barat, seperti Sukabumi dan Garut juga cocok dijadikan wilayah tanam.

“Tahun lalu, kami sudah berhasil memproduksi kedelai hingga 982.598 ton dengan luas panen 680.373 ha. Sementara konsumsi kedelai tahun lalu bisa mencapai 2,83 juta ton,” pungkas Gatot. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password