Tim Mobil Unesa Juara 1 Kontes Mobil Hemat Energi 2018

Kabarjitu/ari

SURABAYA (kabarjitu) : Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2018 yang dilaksanakan di Universitas Negeri Padang (UNP) telah resmi ditutup. Event yang pertama kali digelar di luar Pulau Jawa tersebut mendapat apresiasi yang lebih oleh pihak penyelenggara.

Pasalnya, pada KMHE 2018 ini muncul Mars KMHE yang diciptakan oleh seorang Dosen bernama Ervan Lubis. “Alhamdulilah, semoga mars ini dipakai untuk KMHE seterusnya,” ujar Wakil Rektor III UNP, Prof. Ardipal.

Menurut Ardipal, KMHE merupakan kontes berskala nasional yang memperlombakan kreasi dan inovasi mahasiswa di bidang otomotif. Dalam perlombaan ini, dibagi menjadi dua kategori, yakni Urban dan Prototype.

“Mobil dalam KMHE dibagi menjadi empat kelas berdasarkan motor penggeraknya yang digunakan, diantaranya Motor Pembakaran Dalam (MPD) Gaso Line, MPD Etanol, MPD Diesel, dan Motor Listrik,” tuturnya.

Ardipal menjelaskan, peserta yang mengikuti KMHE 2018 terdiri dari 71 tim dari 46 perguruan tinggi di Indonesia. Satu tim terdiri dari delapan anggota. Seluruhnnya terdapat 568 orang.

Demisioner Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Mesin Unesa, Rizky Kurniawan mengatakan, salah satu yang mengikuti ajang tersebut adalah Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Tahun ini, Unesa turun di dua kelas, di antaranya Tim Garuda Unesa (Garnesa) di Urban Diesel dan Tim Bima Cakrawangsa di prototype electrical,” tegas Rizky saat ditemui di Surabaya. Kamis, (13/12/2018).

Dalam kompetisi yang berlangsung, panitia memberi lima kali kesempatan race untuk setiap tim. Waktu maksimal 20 menit untuk tujuh kali putaran sesuai denga rule dan regulasi yang yang ditetapkan.

“Kondisi race dengan cuaca yang berubah-ubah membuat tim harus berputar otak agar tidak salah langkah jika tiba-tiba turun hujan, tutur Menteri Riset dan Teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa Unesa periode 2016-2017.

Hal senada dengan Rizky, Pendamping Tim dari Unesa, Firman Yasautama, mengatakan kondisi cuaca dalam race berubah-ubah terkadang panas dan tiba-tiba turun hujan. Dan tidak hanya cuaca faktor teknis dan non teknis juga menjadi kendala timnya saat berlaga.

“Cuaca yang berubah-ubah dapat mengganggu performa tim saat race, kondisi ini dapat mempengaruhi permasalahan teknis dan non teknis, namun dengan kekompakkan dan kerja keras tentunya tidak dapat menghianati hasil,” ujar Firman.(ari)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password