Teknologi Manufaktur Taiwan Unjuk Gigi di Jakarta

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Manufacturing 2018 Series merupakan pameran teknologi dan layanan manufaktur internasional terkemuka dan terlengkap di Indonesia.

______

Pada Rabu (05/12/2018), pameran ke-32 secara resmi dibuka di Jakarta. Pameran itu melibatkan 1.600 perusahaan industri manufaktur terkemuka dari lebih 28 negara. Salah satunya, kelebihan produk dan solusi manufaktur cerdas dari Taiwan yang ikut dipamerkan, seperti produk dan inovasi virtual reality (VR).

Wakil Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, Peter Lan mengatakan, industri permesinan Taiwan mengalami peningkatan produksi tahunan menjadi sekitar USD2,56 miliyar. Hal itu didorong oleh kenaikan ekspor dari tahun ke tahun yang mencapai 21 persen.

“Selama periode Januari hingga Oktober 2018, kami sudah mengekpor peralatan mesin dengan total nilai USD3,02 miliar. Jumlah itu mengalami peningkatan 12,3 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu,” katanya kepada kabarjitu.com di sela-sela kegiatan pameran tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Departemen Pemasaran Industri Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), John Tang menambahkan, Indonesia merupakan negara terbesar yang mengimpor peralatan mesin dari Taiwan. Pihaknya akan terus menjadi mitra terbaik untuk Indonesia.

“Kami akan tetap menjadi salah satu pemasok utama peralatan mesin ke Indonesia. Karena Indonesia merupakan pasar potensial untuk mesin industri manufaktur. Hingga kini, lebih dari 2.000 perusahaan asal Taiwan yang beroperasi di Indonsia,” ungkapnya.

John menjelaskan, impor peralatan dan aksesoris mesin buatan Taiwan pada tahun 2017, misalnya, mencapai USD69 juta. Jumlah itu menjadikan Taiwan sebagai pemasok peralatan mesin terbesar ketiga di Indonesia dengan total nilai impor USD614,6 juta.

“Pada periode tahun lalu, Indonesia berhasil menyerap pasar senilai USD52,64 juta untuk mesin bubut dan mesin putar. Taiwan pun berhasil menyumbang 20,39 persen dari total nilai USD8,69 juta. Kami berhasil memasok 14 persen dari kebutuhan permesinan di Indonesia,” pungkasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password