Dosen Jadi Deputi Kemenpora, Dipilih Presiden, Dicokok KPK

kreasi kabarjitu

JAKARTA (kabarjitu): Baru saja berusia setahun lebih 35 hari sebagai Deputi IV di Kementerian Olahraga, Prof Mulyana sudah tergiur uang haram. Ia diduga menerima uang kickback (pembayaran kembali) pencairan dana hibbah KONI.

_____

Saat ditangkap KPK, Mulyana yang sebelumnya dosen dan guru besar di UNJ ini, tidak sendiri. Ia digelandang KPK bersama seorang pejabat pembuat komitmen (PPK), bendahara, dan dua orang staf.

Bukan hanya para pejabatnya yang ditangkap, KPK juga menyegel tiga ruangan, yakni ruang Deputi IV, Asdep Orpres, dan ruang staf.

Mulyana dilantik sebagai Deputi IV bidang Peningkatan Prestasi Olahraga pada Selasa, 14 November 2017 oleh Menpora Imam Nahrawi

Saat itu, Imam sangat yakin bahwa dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu bakal mampu mengerek prestasi atlet Indonesia, khususnya di Asian Games 2018.

Keyakinan Imam tersebut memang berbuah manis. Indonesia berhasil meningkatkan jumlah raihan medali, yakni 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu. Dengan total 98 medali. Bahkan, peringkat pun berhasil didongkrak menjadi posisi 4 setelah China, Jepang, dan Korsel.

Mulyana dilantik di Wisma Kemenpora Senayan, Jakarta, untuk mengisi posisi yang memang sudah cukup lama lowong. Selama tidak ada pejabat definitifnya, jabatan tersebut diemban Yuni Poerwanti sebagai pelaksana tugas.

Mulyana dilantik berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 127/TPA Tahun 2017 tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ketika itu, Menpora Imam mengatakan, Mulyana terpilih melalui seleksi yang ketat dengan beberapa tahapan, wawancara, tes tulis, dan rekam jejak. Tim penilaian dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.

“Profesor Mulyana, dengan latar belakang tidak hanya akademisi, melainkan praktisi olahraga, tentu ini harapan baru. Sehingga pengalamannya diimplementasikan dengan baik, agar koordinasi dengan stakeholder sampai tugas beratnya untuk peningkatan prestasi menuju Asian Games bisa berjalan dengan lancar,” kata Imam, usai melantik.

“Saya minta untuk segera melakukan langkah besar untuk implementasi Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional. Ekspektasi saya dengan pengalaman yang dimiliki Prof. Mulyana tidak perlu adaptasi lama,” harap Imam.

Tergiur Uang Haram
Namun apa lacur, amanah itu hanya bisa diemban setahun saja. Karena, KPK pada akhirnya harus melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Mulyana.

Dalam OTT itu, selain Mulyana, KPK menahan delapan orang lainnya, 4 dari Kemenpora, dan 4 lainnya dari KONI.

“Benar, malam ini (Selasa, 18/12/2018) ada tim dari Penindakan KPK yang ditugaskan di Jakarta. Setelah kami mendapat informasi akan terjadi transaksi penerimaan uang oleh penyelenggara negara di Kemenpora,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo kepada wartawan, Selasa (18/12/2018).

Saat OTT,  KPK juga menyita uang tunai Rp 300 juta dan kartu ATM yang berisi ratusan juta rupiah. Diduga, uang itu untuk kickback pencairan dana hibah ke KONI.

“Diduga terjadi transaksi (kickback) terkait dengan pencairan dana hibah dari Kemenpora ke KONI,” jelas Agus.

Ke-9 orang yang ditahan itu, masih berstatus sebagai terperiksa. KPK punya waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum mereka.

Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa Broto mengakui adanya OTT oleh KPK. “Tadi sekitar jam 20.00 saat saya sedang ada acara luar kantor, ada informasi masuk ke WA saya bahwa baru saja ada OTT di Kemenpora,” kata Gatot di Jakarta, Rabu (18/12/2018).

“Dari info yang saya dapat, ada 3 pejabat dan staf di Deputi IV yang dibawa KPK, yaitu: Deputi IV, seorang PPK, seorang Bendahara, dan dua staf,” jelasnya.

Menpora Imam Nahrawi juga sudah menonfirmasi dugaan keterlibatan Mulyana dalam kasus tersebut.

“Mulyana Deputi IV Kemenpora yang ditangkap KPK. Tapi terkait program apa, saya belum ada info,” kata Imam Nahrowi melalui pesan singkat, Selasa, 18 Desember 2018.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password