China Hancurkan Muslim Uyghur, Lawan Sebelum Terjadi di Indonesia

kreasi kabarjitu

Rasulullah Shallallahu Alayhi wa Sallam bersabda, “Orang-orang beriman itu seperti satu tubuh; jika matanya, seluruh tubuhnya terasa sakit, dan jika kepalanya sakit, seluruh tubuhnya terasa sakit. ”(Muslim)

 

SEBUAH artikel yang ditayangkan MediaUmmat.news sangat menyentuh hati. Artikel yang ditulis Gulnaz Uyghur mengungkapkan kejahatan, kebiadaban, kekejaman, dan kebengisan bangsa China kepada kaum Muslim Uyghur.

Dalam artikelnya, Gulnaz mengungkapkan,
pada tahun 1949 dua hal terjadi. Pertama, terbentuknya Republik Rakyat Cina dan kedua, invasi RRC terhadap Turkestan Timur.

Setelah peristiwa itu, dunia menyaksikan ‘revolusi budaya’ oleh Mao Zedong. Itu menjadi salah satu fase paling mengerikan dalam sejarah pada masyarakat saya.

Sejarah berulang. Pada hari ini, lagi-lagi ada dua hal yang terjadi, pemimpin Tiongkok saat ini, Xi Jinping, teman Mao dan seorang atheis, telah mengirim kaum Muslim Uyghur dan Kazakh ke kamp-kamp konsentrasi ilegal, yang disebut sebagai kamp ‘pendidikan ulang’. Istilah itu terinspirasi oleh Mao yang mengubah nama genosida sebagai ‘revolusi budaya’.

Kaum Muslim Uyghur yang memiliki akar budaya Turki dipaksa menjadi robot RRC. Mereka dipisahkan dari keluarganya, anak-anaknya, dan disiksa, agar melupakan identitasnya. Mereka dipaksa mencela agamanya dan berjanji setia kepada Partai Komunis China.

Hal ini terjadi karena masyarakat Uyghur menjalankan Islam. China menganggap kami sebagai ekstrimis karena melakukan hal itu.

Di saat Uni Eropa dan PBB mengecam kamp-kamp ini, negara-negara Muslim seperti Arab Saudi, UEA, Pakistan, Indonesia, Mesir, Bangladesh, negara-negara Islam di Afrika, dan Maladewa malah diam. Bahkan melanjutkan ‘persahabatan’ mereka dengan Beijing.

Hanya Malaysia yang berani berdiri mendukung Uyghur.

Wanita muslimah Uyghur dipaksa menikahi pria China utk menghilangkan status keislaman semua keturunannya.

Dalam Studi Islam, kita belajar konsep Ummah (Persaudaraan Muslim) sesuai Al Qur’an. Sekarang, saatnya menunjukkan kekuatan persaudaraan itu dengan menyelamatkan kaum Uighur dari penyiksaan China.

Kebijakan China jelas-jelas anti-Islam dan kita harus menghentikan wabah ini sebelum meruntuhkan semuanya.

Ada 5 hal mengerikan yang terjadi pada saudara laki-laki dan perempuan Muslim di kamp-kamp rahasia Cina ini.

Mohon sebarkan rasa sakit kami dan minta pemerintah Anda agar membantu kaum Uyghur sebelum terlambat.

1. Dicuci Otaknya untuk melupakan Islam: Orang-orang di kamp tidak diizinkan sholat. Mereka didoktrin bahwa ibadah ritual dalam Islam itu berbahaya, dan diperintahkan untuk tidak mengikuti Al-Quran.

Mereka wajib menyanyikan lagu-lagu pro-Cina untuk bisa makan. Pihak berwenang memastikan bahwa mereka belajar propaganda China dan melupakan budaya sendiri.

Banyak mantan tahanan yang mengatakan, orang-orang sudah seperti robot. Para penjaga melemahkan fisik maupun mental, sampai mereka patuh.

2. Dipaksa makan daging babi dan minum alkohol: Para pemimpin Partai di Urumqi telah memulai gerakan anti-halal dengan “berperang melawan pan-halalisasi”.

Label-label halal dihilangkan dari dewan pengurus restoran. Pemerintah China menekankan, kampanye anti-halal ini membantu mereka menghentikan Islam untuk menuju kehidupan sekuler dan memicu “ekstremisme”.

3. Berbagai Bentuk Penyiksaan: Pihak berwenang menyiksa mereka dengan berbagai cara yang tidak manusiawi.

Kaki para korban diikat ke kursi “harimau”, tangannya dikunci di belakang kursi. Para penyiksa Partai Komunis China melarang mereka tidur. Mereka digantung berjam-jam dan dipukuli.

Penyiksa memakai tongkat kayu dan karet tebal, cambuk dari kawat bengkok, jarum untuk menusuk kulit, tang pencabut kuku, dll. Semua alat itu untuk menyiksa orang-orang Uyghur dan mengeluarkan Islam dari mereka.

Mereka dipaksa berdiri di atas lempengan semen di bawah terik matahari, tanpa pakaian. Mereka dimasukkan ke penjara air kotor dan bau, hingga leher, selama lima hari. Selama penyiksaan itu, Muslim Uighur hanya diberi sepotong kecil roti, sekedar bertahan hidup.

4. Para Wanita Muslim Diperkosa: Selama wawancara, para mantan tahanan mengungkapkan, para wanita muda Uyghur diperkosa setiap malam oleh para pejabat PKC di kamp-kamp. Mereka dibunuh jika menolak.

Jika melawan, mereka disuntik zat untuk dibunuh. Para wanita muslim itu juga diberi pil anti hamil. Biasanya ada 40 – 50 wanita di dalam satu ruangan kecil. Lalu, 5 – 10 wanita dikeluarkan dan tidak pernah kembali. Orang-orang dibunuh setiap hari.

5. Alasan Aneh di Balik Pengiriman Mereka ke Kamp: Saat ini, siapa pun bisa dimasukkan ke kamp.

Tahun-tahun sebelumnya, hanya penduduk Uyghur yang religius sebagai sasaran. Tapi sekarang, tak ada satu pun penduduk Uyghur yang aman. Mereka bisa pergi keluar rumah dan tidak kembali lagi. Alasannya aneh, penduduk Uighur ditahan hanya karena menghubungi teman dan kerabat di luar negeri, bepergian ke negara asing, menumbuhkan jenggot, mendengarkan khutbah agama dan memotong rambut.

Bahkan, tak satu pun mayat dari orang-orang Uyghur yang meninggal di kamp konsentrasi diserahkan ke keluarganya.

Seorang mantan tahanan mengungkapkan, “Anda bahkan tidak bisa bunuh diri di kamp-kamp itu. Karena “tekanan ekstrim”, banyak orang-orang Uighur yang ingin bunuh diri, tetapi tidak ada cara untuk melakukannya, karena lima hingga sepuluh orang selalu mengawasi Anda, dan ada banyak kamera di kamar. ”

Semoga Allah SWT meringankan penderitaan dan penderitaan umat yang mengalami kesengsaraan setiap hari ini. Semoga Allah SWT melindungi mereka dari para tiran dan para penindas. Menjaga dan melindungi iman mereka, dan memberikan Ummah pertolongan kepada umat-Nya. Aamiin

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password