Bela Islam 212, Jadi Hari Ukhuwah Dunia, Bukti Rahmatan Lil’alamin Sesungguhnya

kreasi kabarjitu

KABARJITU: Tak bisa dipungkiri, masyarakat Indonesia telah menjadi perhatian dunia. Berkat aksi bela Islam yang dilanjutkan dengan Reuni Akbar 212, kini tanggal 2 Desember menjadi Hari Ukhuwah Dunia.

___________

Penetapan Hari Ukhuwah Dunia itu bukan sekedar klaim sepihak. Tapi telah mendapat dukungan dari 202 negara, anggota Komite Perdamaian Dunia (the World Peace Committee).

Bisa dibayangkan, jumlah anggota Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) saja hanya 193 negara. Sedangkan anggota Komite Perdamaian Dunia sebanyak 202 negara.

Penetapan 2 Desember sebagai Hari Ukhuwah Dunia tersebut langsung disampaikan Presiden the World Peace Committee (WPC), Mr Djuyoto Suntani.

Tokoh paling berpengaruh dan paling dihormati di Planet Bumi ini meyakini bahwa, penetapan  Hari Ukhuwah Dunia itu merupakan kendak Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Saya hanya dipakai Tuhan untuk untuk menunjukan kebenaran dan keadilan di muka bumi,” ujar tokoh legendaris dunia ini, Rabu (05/12/2018). (media-jabar)

Penatapan hari besar dunia itu bukannya tanpa dasar. Sebagai komite negara-negara dunia terbesar, WPC melihat dan menilai bahwa pada tanggal 2 Desember telah terjadi peristiwa bersejarah, dimana ada sekitar 7 juta  orang dari seluruh Asia Tenggara, menggelar aksi damai di Kawasan Monas Jakarta, yang ekornya memanjang di seluruh kota Jakarta, Indonesia.

Aksi itu disusul aksi serupa pada 2 Desember 2018 dengan jumlah peserta yang jauh lebih besar. Bahkan, menurut data IMEI provider, jumlah HP aktif di kawasan Monas saat itu sebanyak 13,4 juta.

Presiden WPC melihat, massa datang dengan hati tulus, tanpa ada yang membayar dan menyuruh. Massa datang untuk berkumpul menyerukan perdamaian, ukhuwah, dan kasih sayang. Bahkan, tidak hanya sebatas anjuran dalam linguistik, melainkan dalam perbuatan. Tidak hanya sebatas bil-qaul, tapi bil-amal (bil-haal).

Karena itulah, sangat masuk di akal, jika seorang presiden dunia pun sangat bersimpati terhadap aksi umat terbesar sepanjang sejarah peradaban dunia itu.

“Peristiwa yang luar biasa itulah, yang meyentuh hati saya sebagai Pemimpin Dunia untuk menetapkan tanggal 2 Desember sebagai Hari Ukhuwah Dunia,” tegas tokoh besar dunia ini.

Bahkan, penetapan tanggal 2 Desember sebagai Hari Ukhuwah Dunia (Ukhuwah Day of the World) tidak hanya sepihak. Tapi mendapat dukungan dan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat internasional, yakni dari 202 negara.

Jutaan warga negara dari 202 negara mengirimkan dukungannya melalui Sekjen WPC. Buktinya, terlihat jelas pada data base dukungan yang masuk dari 202 negara ke Sekretaris Jenderal the World Peace Committee, Prof Dr Francesco Paolo Scarciolla di Kota Matera, Italia (Eropa).

“Saya orang Italia yang beragama Katolik. Begitu menonton video peristiwa 2 Desember 2018 di Jakarta, Indonesia, saya merinding dan bergetar,” aku Prof Francesco.

“Kami Masyarakat Internasional 202 Negara, mendukung apa yang ditetapkan Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani bahwa tanggal 2 Desember sebagai Hari Ukhuwah Dunia. Jutaan dukungan dari 202 Negara ada pada komputer kami,” tegas Sekretaris Jenderal the World Peace Committee Prof Dr Francesco Paolo Scarciolla.

Francesco melihat, Aksi Bela Islam 212 tahun 2016 yang dihadiri 7 juta orang, berlangsung sangat damai, tertib, teratur, dan beradab.

Begitu juga dengan reuni pertama tahun 2017, yang diprediksi dihadiri oleh sekitar 7.5 juta orang (detik.com), dan reuni Akbar Mujahid 212 tahun 2018 dihadiri oleh sekitar 10 juta peserta.

Dari ketiga Aksi 212 itulah, mata dunia internasional terbuka lebar. Ibarat cahaya yang membuka wawasan baru tentang Islam Rahmatan lilalamin yang sesungguhnya. Ini, tercermin dalam prilaku serta adab yang di praktekan langsung oleh Umat Islam di setiap aksi dan reuni 212.

Saya orang Italia yang beragama Katolik. Begitu menonton video peristiwa 2 Desember 2018 di Jakarta, Indonesia, saya merinding dan bergetar.”

Mata dunia terbuka dan tersadar, ternyata Islam itu tidak radikal, bukan teroris, dan sangat toleransi, dimana mereka berkumpul akan membawa rahmat dan berkah bagi lingkungan sekitarnya, seperti yang terjadi pada reuni Mujahid Mujahidah 212 2018 lalu.(sht)

Berbagai sumber

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password