Baru Diresmikan Jokowi, Tol Salatiga-Solo Ambrol

istimewa

 

BOYOLALI (kabarjitu): Termyata, usia jalan tol di zaman now relatif pendek. Baru saja 5 hari difungsikan, jalan tol ruas Salatiga-Solo mengalami amblas.

_______

Sesaat sebelum beroperasi, jalan tol tersebut diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Desember 2018 baru lalu. Peresmian dilakukan di kilometer 491 atau di timur Balai Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Boyolali.

Amblasnya jalan tol itu disebabkan tanah timbunan penopang jalan tol setinggi kurang lebih 10 meter mengalami longsor sepanjang 100.

Akibatnya, konstruksi rigid beton jalan tol itu menggantung. Tampak bagian bawah tol seperti goa.

Dampak lain yang diakibatkan longsoran adalah tertutupnya saluran irigasi teknis persawahan warga oleh tanah.

Sejumlah pengendara yang melintas di lajur samping jalan yang amblas, mengaku sempat kaget. Sebab, ketika terjadi longsonr, cuaca sedang cerah. “Tiba-tiba saja jalan tol longsor,” kata Herwanto.

Kejadian itu sempat mengundang perhatian warga di sekitar lokasi dan para pengendara. Mereka mengaku heran atas kejadian itu, karena jalan tol Salatiga-Solo ini baru selesai dibangun dan difungsikan untuk membantu arus mudik Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Padahal, tanah di lokasi yang mengalami longsor tersebut, sangat padat. Seperti kontur tanah yang ada di areal sekitarnya. Apalagi saat kejadian tidak sedang hujan. Bahkan, di kanan kiri sepanjang jalan tol juga sudah diberi saluran  air.

Manager Administrasi PT Jasamarga Solo-Ngawi (JSN) Fatahillah, mengaku kejadian itu sudah cukup lama. Tapi warga kemungkinan baru mengetahuinya Senin lalu (24/12).

“Yang ambrol bukan di jalan tolnya, tapi tanah di pinggir jalan tol yang tergerus aliran air, dan kami langsung memperbaikinya,” ujarnya.

Di lokasi longsor petugas hanya mengamati kondisi tanah timbunan yang longsor tersebut. Meski sudah dilalui ribuan kendaraan dari arah Salatiga, namun belum ada upaya perbaikan sementara atau penguatan.

Direktur Utama PT Jasa Marga Solo-Ngawi, David Wijayatno, jalan tol yang baru saja diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2018 itu tidak mengalami ambrol pada bagian jalan tol yang sudah dibuka untuk umum.

Melainkan, yang terjadi adalah lereng samping jalan tol tergerus air hujan, karena saluran gendong belum sempurna, sehingga kondisinya belum berfungsi secara optimal. “Jadi bukan ambrol atau ambles. Badan jalan masih utuh hanya lerengnya saja yang tergerus,” tegas David, Rabu (26/12/2018). (viva.co.id)

Ia mengungkapkan, jika melihat jalan tersebut dari atas kondisi badan jalan masih utuh, dan hanya rounding-nya yang tergerus, sehingga pembatas jalannya terlihat turun.

David mengungkapkan, kondisi tanah yang turun tersebut sepanjang 20 meter, lokasinya ada di KM 489 arah ke Kartasura. Kemudian, untuk tinggi lereng tersebut mencapai tiga meter.

“Saat ini pihaknya (Jasa Marga) dalam proses perbaikan dan diperkirakan selesai dalam 3-4 hari ke depan,” tegasnya. (sht)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password