150 Perusahaan Jadi Finalis Penghargaan Top IT & Telco2018  

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Bagi pelaku bisnis, penggunaan solusi digital IT dan Telco sudah menjadi salah satu kebutuhan utama. Hal itu wajib dikuasai, jika tidak ingin terlibas di era digital yang disruptif ini.

 

Untuk mendorong kebehasilan peningkatan implementasi dan pemanfaatan solusi TI dan Telco berbasis digital di Indonesia, maka diselenggarakanlah kegiatan penilaian dan penghargaan Top IT & Telco 2018.

Ketua Penyelenggara Lutfi Handayani mengatakan, kegiatan kali kelima ini diikuti sebanyak 200 perusahaan dan instansi yang direkomendasikan oleh pakar IT dan Telco. Alhasil, terpilih 150 perusahan dan instansi sebagai finalis.

“Banyak manfaat yang diperoleh peserta dalam kegiatan ini. Banyak peserta yang sangat tertarik untuk mengikuti kegiatan ini, karena seolah mendapat konsultasi IT gratis. Karena peserta dapat belajar dari peserta lainnya dan dapat mengikuti presentasi peserta lainnya yang bukan kompetitor bisnis,” katanya kepada kabarjitu.com di sela-sela penyerahan penghargaan tersebut di Jakarta, Kamis (06/12/2018).

Menurut Lutfi, ada 3 metode penilaian yang dilakukan. Pertama, kuesioner dan wawancara. Penjurian tersebut dilakukan untuk menilai keberhasilan implementasi dan pemanfaatan solusi TI dan Telco. Kedua, kuesioner dan riset tentang rekomendasi user IT dan Telco dilakukan untuk penilaian kategori business solution.

“Dan, terakhir kami juga melakukan market research di 6 kota besar. Yaitu Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Medan, Makasar, dan Balikpapan. Penilaian itu dilakukan untuk mendapatkan index penilaian pelanggan atau masyarakat terhadap produk-produk IT dan Telco yang bersangkutan,” ulasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri tahun ini, Laode M. Kamaluddin menambahkan, ada beberapa temuan penting selama proses penilaian berlangsung terkait implementasi IT di perusahaan dan instansi pemerintahan. Di antaranya, fokus pada pengembangan aplikasi dan solusi IT dan Telco. Selain itu, sebaiknya manajemen perusahaan dan instansi pemerintahan, juga harus membangun IT Culture. Sehingga pemanfaatan solusi IT dan Telco menjadi maksimal.

“Perhatian terhadap pengembangan IT Culture, dinilai masih belum maksimal. Semahal dan sehebat apa pun fitur aplikasi/ solusi bisnis yang dikembangkan, akan menjadi tidak maksimal dalam pemanfaatannya jika IT Culture tidak dibangun dengan lebih serius,” ujar Laode.

Dia menjelaskan, bahkan saat ini IT Security masih belum menjadi prioritas sebagian peserta. Sehingga serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Oleh sebab itu, aktivitas operasional di Indonesia jangan sampai terganggu atau bahkan berhenti, hanya karena sistema keamanan IT masih lemah.

“Makanya, kami sebagai dewan juri merekomendasikan penggunaan Blockchain dalam pengembangan solusi digital ke depan. Blockchain dirancang agar aman (secure by design) dan merupakan contoh sistem komputasi terdistribusi dengan Byzantine Fault Tolerance (BFT) yang tinggi sebagai smart contacts,” tutupnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password